Jumat, 09 Mei 2014

Produksi, Pasar Dan Pendapatan

11..      Apa yang anda ketahui tentang produksi & fungsi produksi
Definisi Produksi
         Produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada. Menurut para ahli produksi diartikan sebagai “menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan”. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi berguna,  disebut “dihasilkan”. 
Fungsi Produksi
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah:
1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs).

2. Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.

4. Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan .dianggap bahwa fungsi produksi yang unik dapat dibangun untuk setiap teknologi produksi.
2. Jelaskan jenis-jenis pasar Monopoli, Oligopoli, dan Persaingan Sempurna 
1. PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar yang hanya terdapat satu perusahaan saja atau bisa disebut suatu pasar yang penjualnya hanya ada satu dan pembelinya banyak dan menghasilkan barang yang tidak mempunyai pengganti. Keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan monopoli adalah keuntungan yang melebihi normal dan ini diperoleh karena terdapat hambatan yang sangat tangguh yang dihadapi perusahaan – perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.

Ciri – ciri pasar monopoli :

-          Tidak mempunyai barang pengganti
Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain yang ada di pasar. Atau dengan kata lain tidak terdapat barang mirip (close substitute), contohnya adalah aliran listrik yang berasal dari PLN tidak dapat digantikan dengan lampu minyak, karena listrik bukan hanya digunakan untuk menghidupkan lampu saja tetapi juga untuk menghidupkan televisi, setrika, radio dll

-          Tidak dapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri
Maksudnya karena sifatnya monopoli maka pesaing tidak dapat masuk ke dalam pasar tersebut karena barang yang dihasilkan hanya dimiliki oleh perusahaan tersebut saja dan selain itu biasanya dibatasi dengan undang – undang dan bersifat legal.

-          Dapat mempengaruhi harga
Karena perusahaan monopoli merupakan satu – satunya penjual di pasar maka penentuan harga dapat dikuasai sepenuhnya, dengan mengendalikan ke atas produksi dan jumlah barang yang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang dikehendaki.

-          Promosi iklan kurang diperlukan
Biasanya perusahaan monopoli tidak perlu mempromosikan barangnya dengan iklan karena pembeli akan membeli barang kepada perusahaan tersebut karena tidak ada pilihan.
2. PASAR OLIGOPOLI
Pasar Oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa perusahaan atau penjual yang menjual produk homogen (sejenis). Pasar Oligopoli yang terjadi atas dua perusahaan atau dua penjual saja disebut pasar dupoli.
Ciri-ciri pasar oligopoli sebagai berikut:
- Hanya terjadi beberapa perusahaan.
- Menghasilkan barang homogen dan dan berbeda corak.
- Terdapat hambatan masuk ke dalam pasar sehingga hanya ada sejumlah kecil perusahaan dalam pasar tersebut.
- Perusahaan oligopoli perlu melakukan iklan.
Kelebihan pasar oligopoli sebagai berikut:
- Mengingat dalam oligopoli ada kecenderungan adanya persaingan antarprodusen baik dalam harga maupun bukan hal harga, maka jika di antara produsen melakukan persaingan bukan dalam harga (seperti dalam kualitas dan service/ pelayanan) akan ada kecenderungan konsumen untuk mendapatkan mutu produk dan pelayanan secara baik.
- Jika produsen dalam pasar oligopoli melakukan persaingan dalam harga, maka konsumen juga cenderung mendapatkan harga yang stabil atau kalau pun berubah justru cenderung mengalami penurunan.
- Produsen dalam pasar oligopoli umumnya perusahaan besar, sehingga mempunyai dana untuk penelitian dan pengembangan yang cukup.
Sedangkan Kelemahan pasar oligopoli sebagai berikut:
- Dalam pasar oligopoli cenderung terjadi pemborosan penggunaan sumber daya ekonomi, karena produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata (AC) minimum, artinya perusahaan sering beroperasi secra tidak efisien.
- Ditinjau dari segi distribusi pendapatan masyarakat, pasar oligopoli sering menimbulkan ketidakadilan.
- Pada pasr oligopoli sering terjadi eksploitasi baik terhadap konsumen maupun pemilik faktor produksi.

3.      PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar Persaingan sempurna diartikan sebagai pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak, sehingga tidak ada satu pun penjual atau pembeli yang bisa mempengaruhi harga.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
- Terdapat banyak sekali penjual (perusahaan) dan pembeli.
- Produk-produk homogen (persis sama).
- Bebas keluar masuk pasar.
- Penjual dan pembeli mengetahui kondisi pasr secara sempurna.
- Faktor-faktor produksi bergerak bebas.
- Tidak ada campur tangan pemerintah.
Kelebihan dan kelemahan Pasar Persaingan Sempurna.
Berikut ini adalah Kelebihan pasar persaingan sempurna:
- Pada pasar persaingan sempruna tidak tampak kegiatan saling menyaingi antarpembeli.
- Penjual tidak mungkin mengadakan persaingan harga dengan maksud merebut pasar, karena  harga pasar adalah suatu yang harus diterima masing-masing produsen.
- Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapa pun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.
- Tidak mungkin mengugah bentuk barang untuk membuat pasar karena adanya homogenitas barang.
- Informasi tentang pasar telah diketahui oleh saingan usaha dan usaha untuk menyaingi perusahaan lainnya juga tidak menghasilkan apa-apa, karena jumlah saingan sangat tidak terbatas.
- Konsumen tidak perlu beradu tegang tentang tawar-menawar harga barang karena harga tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun.
Selain mempunyai beberapa kebaikan, pasar persaingan sempurna mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut:
- Tidak mendorong inovasi. Di dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain.
- Membatasi pilihan konsumen, karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahaan adalah seratus persen sama, sehingga membuat konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan dikonsumsinya.
- Distribusi pendapatan yang tidak merata/ tidak seimbang.
3. Jelaskan pendapat nasional & metodenya serta keterbatasan metode tersebut !

  Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Perhitungan tersebut berdasarkan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup selama setahun. Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya.pada tahun 1665. Namun pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (gross National Product, GNP) yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh suatu negara yang diukur menurut harga pasar. Oleh karena itu pengertian pendapatan nasional adalah ukuran dari nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam kurun waktu tertentu (biasanya satu tahun) yang dinyatakan dalam satuan uang.

Metode Pendapatan Nasional

Tiga Metode Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional merupakan ukuran umum tentang perkembangan perekonomian dan kegiatan ekonomi suatu negara. Pokok permasalahan untuk mengukur kegiatan ekonomi masyarakat yaitu:
1. Berapa barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam satu tahun?
2. Berapa balas jasa (pendapatan) yang diterima oleh masyarakat dalam satu tahun?
3. Berapa pembelanjaan masyarakat selama satu tahun?

Untuk menjawab ketiga permasalahn tersebut dikembangkan tiga pendekatan/metode Pendapatan Nasional yaitu:
1. Pendekatan/metode Produksi (Production Approach/method)
2. Pendekatan/metode Pendapatan (Income Approach/method)
3. Pendekatan/metode Pembelanjaan (Spending Approach/method)

Metode Produksi
Metode produksi yaitu metode yang digunakan untuk menghitung barang dan jasa hasil produksi masyarakat suatu negara dalam satu tahun. Yang dihitung hanya barang dan jasa akhir (final goods).
Hasil penghitungannya dinilai dalam uang yang disebut Produksi Nasional (PDB = Produk Domestik Bruto atau GDP = Gross Domestic Product). Produksi Nasional (PDB atau GDP) merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat suatu negara selama satu tahun.

Metode Pendapatan
Metode pendapatan digunakan untuk menghitung balas jasa yang diterima oleh masyarakat selama satu tahun.
Hasil penghitungannya disebut Pendapatan Nasional (Yearly Income, dilambangkan dengan Y). Pendapatan Nasional adalah total nilai balas jasa yang diterima oleh masyarakat suatu negara dalam satu tahun.
Pendapatan masyarakat terdiri dari:
• Tenaga kerja memperoleh balas jasa berupa upah/gaji (w = wage)
• Modal memperoleh balas jasa berupa bunga (i = interest)
• Tanah dan SDA memperoleh balas jasa berupa sewa (r = rent)
• Pengusaha memperoleh balas jasa berupa laba (p = profit)
• Penghasilan campuran (mixed income) yang merupakan gabungan dari upah/gaji, bunga, sewa, dan laba.
Pendapatan Nasional rumusnya: Y = w + i + r + p

Metode Pengeluaran/Pembelanjaan (Spending Approach
Metode pengeluaran/pembelanjaan digunakan untuk menghitung pengeluaran/pembelanjaan masyarakat selama satu tahun. Hasil penghitungannya disebut Pembelanjaan Nasional (National Spending). Pembelanjaan Nasional adalah total pembelanjaan masyarakat suatu negara selama satu tahun.
Pengertian masyarakat disini menunjuk pada para pelaku ekonomi. Para pelaku ekonomi terdiri dari:
1. Pengeluaran para konsumen disebut konsumsi (C = Consumption)
2. Pengeluaran para produsen disebut investasi (I = Investment)
3. Pengeluaran pemerintah disebut pembelanjaan pemerintah (G = Governmen Expenditure)
4. Pengeluaran masyarakat luar negeri disebut ekspor netto (Xn = Net Export), selisih antara ekspor (X = Export dan impor (M = Import).
Jadi pembelanjaan nasional terdiri dari Y = C + I + G + X - M

Keterbatasan Metode Pendapatan Nasional

Kelemahan-kelemahan dari perhitungan pendapatan nasional terutama disebabkan dengan terbatasnya data yang ada, lebih-lebih untuk negara berkembang. Sumber data yang tersedia seringkali tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Oleh karena itu untuk menghitung tingkat pendapatan nasional banyak sekali ditemui hambatan-hambatan dalam memperoleh data, seperti data pendapatan penduduk yang masih banyak sekali kelemahan-kelemahan dalam cara perhitungan, data mengenai jumlah penduduk dan sebagainya yang kesemuanya itu tidak terlepas dari keterbatasan petugas di lapangan dan juga terbatasnya biaya. Hal ini akan berbeda sekali keadaannya bila dibandingkan dengan negara-negara maju.
Dari uraian diatas, didukung juga dari adanya suatu kesepakatan oleh para ahli ekonomi pembangunan, bahwa pendapatan nasional perkapita (GNP perkapita) ini memang tidak dapat dijadikan suatu ukuran dalam menilai keberhasilan pembangunan walaupun ukuran ini masih terus dipakai oleh banyak negara di negara berkembang. Adapun alasan yang dapat dikemukakan adalah, bahwa ukuran ini tidak dapat menunjukan bagaimana pendapatan nasional didistribusikan dan siapa yang sebetulnya menikmati pertumbuhan ekonomi. Sebab dapat saja pertumbuhan pendapatan nasional dan pendapatan nasional perkapita menyembunyikan kenyataan, bahwa posisi ekonomi golongan miskin tidak bertambah baik atau malah bertambah buruk bersamaan dengan bertambah lebarnya jurang perbedaan di antara yang kaya dengan yang miskin.

Sumber: 

Sabtu, 29 Maret 2014

Sistem Perekenomian & Permintaan Dan Penawaran

Sebutkan & Jelaskan Macam Macam Sistem Perekonomian

Bentuk sistem ekonomi di dunia sangat berbeda dari negara yang satu dengan negara yang lainnya. Sebelum membahas ke dalam macam-macam sistem ekonomi, lebih baiknya kita pahami apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi. Sistem ekonomi adalah seperangkat mekanisme dimana suatu negara memiliki strategi untuk mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran rakyatnya. Sistem ekonomi di pengaruhi dengan adanya faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang membedakan sistem ekonomi antara negara yang satu dengan yang lain, yaitu:

1.     Falsafah dan ideologi negara,
2.    Sistem politik,
3.    Sistem pemerintahan, dan
4.    Lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat

Lalu, faktor eksternal yang mempengaruhi sistem ekonomi di suatu negara, yaitu:

1.     Sistem ekonomi yang dianut oleh negara tersebut,
2.    Sosial budaya luar negeri,dan
3.    Politik dunia internasional.

Dibawah ini merupakan macam-macam dari sistem ekonomi di beberapa belahan dunia, yaitu:

1. Sistem Ekonomi Tradisional :

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
  • Teknologi masih sederhana,
  • Kegiatan usaha ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok,
  • Modal masih terbatas,
  • Masyarakatnya masih susah menerima perubahan karena terikat dengan tradisi,
  • Masih terdapat sistem pertukaran barang dengan barang ( barter).
Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :
- Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
- Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
- Tidak individualistis

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :
- Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
- Mutu barang hasil produksi masih rendah

2. Sistem Ekonomi liberal/pasar/kapitalis

Sistem ekonomi liberal/pasar/kapitalis atau yang biasa disebut dengan Free Fight Liberalism adalah suatu penerapan kehidupan ekonomi yang bebas, dimana warga negara diberi kebebasan oleh pemerintahan untuk melakukan kegiatan ekonomi, dan seluruh sumber daya yang tersedia, dimiliki, dan dikuasai oleh masyarakat dapat dikembangkan secara bebas. 
Dalam sistem ini, pemerintah tidak ikut campur tangan. Bahkan dalam kondisi tertentu pun, pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. 
Sehingga kondisi ini disebut juga dengan istilah laissez-faire.

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
  • Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
  • Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
  • Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
  • Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
  • Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
  • Persaingan dilakukan secara bebas
  • Peranan modal sangat vital
Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
- Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
- Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
- Munculnya persaingan untuk maju
- Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
- Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
- Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
- Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
- Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
- Sering terjadi gejolak dalam perekonomian

3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)

Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.

Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi komando, yaitu:
  • Semua alat dan sumber produksi dikuasai oleh negara,
  • Kegiatan perekonomian diatur dan dikuasai secara mutlak oleh negara,dan
  • Jenis-jenis pekerjaan dalam suatu negara serta pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
Kebaikan dari sistem ekonomi komando adalah:
- Pemerintah mengatur distribusi barang-barang,
- Tidak ada kesenjangan antaranggota masyarakat, dan
- Kemakmuran masyarakat terjamin.

Keburukan dari sistem ekonomi komando adalah:
- Hak milik perseorangan tidak diakui,
- Kemajuan ekonominya lambat, dan
- Potensi, inisiatif, dan kreasi warga masyarakat tidak berkembang.

Contoh dunia yang menggunakan sistem ekonomi komando adala: Blok Timur( negara-negara Komunis) seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara Eropa Timur.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang mengambil segi positif dari sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando.

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
  • Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
  • Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
  • Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
  • Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebaikan sistem ekonomi campuran
- Kebebasan berusaha
- Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
- Lebih mementingkan umum dari pada pribadi

Kelemahan sistem ekonomi campuran
- Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
- Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan

5. Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem Ekonomi Kapitalis adalah system ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam system ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam system ekonomi ini.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis :
  • Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
  • Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
  • Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
  • Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
  • Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
  • Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba
Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis :
- Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
- Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
- Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.

Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis :
- Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
- Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).

6. Sistem Ekonomi Sosialis

Suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :
  • Lebih mengutamakan kebersamaan
  • Peran pemerintah aktif
  • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
- Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
- Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
- Produksi dikelola oleh Negara

Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
- Sulit melakukan transaksi
- Membatasi kebebasan
- Mengabaikan pendidikan moral

Dengan penjelasan ini semoga pembaca dapat memahami Sistem Ekonomi yang ada. Setiap Sistem ekonomi memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri. Namun setiap negara tidak menjalankan 100% Sistem ekonomi yang ada, karena masing-masing negara mengambil kebaikan dari sistem ekonomi yang ada untuk meminimalkan dampak kerugian guna mensejahterakan negara dan rakyatnya.

Apa Yang Dimaksud Dengan Permintaan & Penawaran

Permintaan

Permintaan atau yang bahasa inggrisnya Demand adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan masyarakat dalam waktu, tempat dan harga tertentu.

Pelaku dari Permintaan itu sendiri adalah Si Pembeli atau Konsumen atau Peminta..

Contoh:
Seorang siswa SMU Terbuka membutuhkan buku tulis, yang berasal dari uang saku yang dikumpulkan. Di toko buku siswa tersebut mengadakan tawar-menawar dan disepakati harga sebuah buku Rp.2.500,00 dengan isi 40 lembar. Sesuai dengan kemampuannya, maka siswa tersebut membeli 4 buah buku tulis. Contoh tersebut di atas adalah contoh permintaan perseorangan. Jika dalam satu sekolah buku tersebut pada harga Rp.2.500,00, jumlah pembeli 100 orang dengan jumlah yang dibeli 500 buah, merupakan contoh permintaan pasar.

Permintaan Ada 3 Macam Yaitu :
  • Permintaan Efektif : Permintaan yang disertai Daya Beli
  • Permintaan absolut (absolut demand) : Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.
  • Permintaan efektif (effective demand) : Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli
Penawaran 

Penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Bunyi hukum penawaran
Apabila terdapat perubahan harga naik dengan asumsi semua variabel lainnya konstan, maka mengakibatkan jumlah yang ditawarkan akan bertambah. Demikian pula sebaliknya, apabila terdapat perubahan harga turun dengan asumsi semua variabel lainnya konstan, maka mengakibatkan jumlah yang ditawarkan akan berkurang.
Di dalam ekonomi ini disebut sebagai hukum penawaran, yaitu terdapat korelasi positif antara jumlah penawaran suatu produk dengan harganya.

Apa yg anda ketahui dengan permintaan dan penawaran

Menurut dari pengetahuan saya tentang arti permintaan dan penawaran sebelum membaca materinya diblog-blog yg ada diinternet 

Permintaan adalah sebuah perkataan yg diucapkan oleh seseorang yg menginginkan sesuatu kepada kita, bentuknya bisa apa bermacam-macam. permintaan juga menjelaskan apa yg ia inginkan bisa dari jumlah atau jenisnya. 

Penawaran adalah juga sebuah perkataan seseorang ketika mereka ingin sesuatu miliknya dibeli seseorang / diinginkan seseorang dengan sebuah penawaran yg menggiurkan orang lain untuk tertarik terhadap sesuatu itu.

Sekian dari saya :)
Syaifin Nuha
17112247
2ka31

Referensi : http://imamsetiyantoro.wordpress.com/2012/09/06/macam-macam-sistem-ekonomi/
http://kammilashaffirah.blogspot.com/2011/02/macam-macam-sistem-ekonomi-di-dunia.html
http://nabiyutiful.blogspot.com/2010/05/permintaan-dan-penawaran-tulisan.html
http://verozzaranii.blogspot.com/2013/04/teori-permintaan-penawaran.html
http://tyaskartika.blogspot.com/2012/04/permintaan-dan-penawaran.html

Minggu, 26 Januari 2014

Organisasi Yang Berkembang

Motivasi Menurut Para Ahli

Motivasi merupakan motor penggerak yang berada dalam diri manusia,
sangat penting untuk terus menerus digerakkan karena dengan motivasi kehidupan
manusia akan lebih baik. Berikut pengertian motivasi menurut beberapa ahli.

-  Motivasi menurut Robbins, dkk (dikutip oleh J. Winardi, 2001,1) adalah
“Kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan
keorganisasian, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi
kebutuhan individual tertentu”.

-  Motivasi menurut Veithzal & Ella Jauvani Sagala (2009:837) adalah
“serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai
hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut
merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong
individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan”.

-  Motivasi menurut Bernard Berendoom dan Gary A. Stainer (dikutip oleh
Sedarmayanti, 2009:66) adalah “kondisi mental yang mendorong aktivitas dan
memberi energy yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan, memberi
kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan”.

Berdasarkan pengertian motivasi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
motivasi adalah “dorongan yang berasal dari diri manusia untuk bangkit mencapai
segala tujuan yang dicita-citakan atau diinginkan oleh manusia tersebut”.

Tipe dan Gaya Dalam Kepemimpian

Teori Kepemimpinan dan Tipe-tipe Kepemimpinan (Sumber Lain)
Beberapa teori telah dikemukakan para ahli majemen mengenai timbulnya seorang pemimpin. Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya.
Di antara berbagai teori mengenai lahirnya paling pemimpin ada tiga di antaranya yang paling menonjol yaitu sebagai berikut :

1. Teori Genetie

Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made”. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akn menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.

2. Teori Sosial

Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :
“Leaders are made and not born”.
Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.

3. Teori Ekologis

Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.

Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan.Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.
Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima type utama yaitu sebagai berikut :
1. Tipe pemimpin otokratis
2. Tipe pemimpin militoristis
3. Tipe pemimpin paternalistis
4. Tipe pemimpin karismatis
5. Tipe pomimpin demokratis

1. Tipe pemimpin demokratis
Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.
2. Tipe kepemimpinan militeristis
Perlu diparhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis.

Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

a. Dalam menggerakkan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama.
b. Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan jabatannya.
c. Sonang kepada formalitas yang berlebihan
d. Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
e. Tidak mau menerima kritik dari bawaha
f. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe pemimpin militeristis jelaslah bahwa ripe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.

3. Tipe pemimpin fathernalistis

Tipe kepemimpinan fathornalistis, mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal atau kepakan.ke Pemimpin seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.
Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin paternalistis dapat dikemukakan sebagai berikut:

a) Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.

b) Bersikap terlalu melindungi bawahan

c) Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Karena itu jarang dan pelimpahan wewenang.

d) Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya tuk mengembangkan inisyatif daya kreasi.

e) Sering menganggap dirinya maha tau.
Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diporlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi sifar-sifar negatifnya pemimpin faternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.

4. Tipe kepemimpinan karismatis

Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menamukan sebab-sebab mengapa seorang pemimin memiliki karisma. Yang diketahui ialah tipe pemimpin seperti ini mampunyai daya tarik yang amat besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang faktor penyebab Karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers), perlu dikemukakan bahwa kekayaan, umur, kesehatan profil pendidikan dan sebagainya. Tidak dapat digunakan sebagai kriteria tipe pemimpin karismatis.

5. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu.
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:

1. Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.

2. Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.

3. Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.

4. Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan.

5. Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.

6. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.

7. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

8. Dan sebagainya.
Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis.

 Komunikasi, Hambatan & Klasifikasi

Komunikasi adalah suatu cara untuk menyampaikan informasi antara satu orang dengan orang yang lain. Sebagai makhluk sosial manusia pasti melakukan komunikasi agar dapat berinteraksi satu dengan lainnya, oleh karena itu komunikasi saat erat hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial

Hambatan Komunikasi

1.Hambatan dari Proses Komunikasi

-Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.

-Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.

-Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.

-Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima

-Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.

-Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

2. Hambatan Fisik

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan (cacat tubuh misalnya orang yang tuna wicara), gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik.

Faktor pemahaman bahasa dan penggunaan istilah tertentu. Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya : adanya perbedaan bahasa ( bahasa daerah, nasional, maupun internasional), adanya istilah – istilah yang hanya berlaku pada bidang-bidang tertentu saja, misalnya bidang bisnis, industri, kedokteran, dll.

4. Hambatan Psikologis

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan, sehingga menimbulkan emosi diatas pemikiran-pemikiran dari sipengirim maupun si penerima pesan yang hendak disampaikan.

5. Hambatan Manusiawi

Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi,
kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat
pancaindera seseorang, dll.

Klasifikasi Komunikasi

Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.

a. Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.

b. Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.

c. Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.

d) Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya.

Pengawasan

Pengawasan bisa didefinisikan sebagai suatu usaha sistematis oleh manajemen bisnis untuk membandingkan kinerja standar, rencana, atau tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk menentukan apakah kinerja sejalan dengan standar tersebut dan untuk mengambil tindakan penyembuhan yang diperlukan untuk melihat bahwa sumber daya manusia digunakan dengan seefektif dan seefisien mungkin didalam mencapai tujuan.

George R. Tery (2006:395) mengartikan pengawasan sebagai mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tidankan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Robbin (dalam Sugandha, 1999 : 150) menyatakan pengawasan itu merupakan suatu proses aktivitas yang sangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manajer untuk menjalankan tugas dan pekerjaan organisasi.

Kertonegoro (1998 : 163) menyatakan pengawasan itu adalah proses melaui manajer berusaha memperoleh kayakinan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaannya.

Terry (dalam Sujamto, 1986 : 17) menyatakan Pengawasan adalah untuk menentukan apa yang telah dicapai, mengadakan evaluasi atasannya, dan mengambil tindakan-tidakan korektif bila diperlukan untuk menjamin agar hasilnya sesuai dengan rencana.

Dale (dalam Winardi, 2000:224) dikatakan bahwa pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakan.

Admosudirdjo (dalam Febriani, 2005:11) mengatakan bahwa pada pokoknya pengawasan adalah keseluruhan daripada kegiatan yang membandingkan atau mengukur apa yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma-norma, standar atau rencana-rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Siagian (1990:107) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

Kesimpulannya, pengwasan merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan tujuan dengan tujuan-tujuan perencanaan,merancang system informasi umpan balik,membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya,menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan.


Referensi : Buku & Blog Blog

Jumat, 01 November 2013

Jenis Organisasi Sosial Dan Komersial

A. Jenis Organisasi Sosial Dan Komersial 
B. Bentuk Bentuk Kerjasamanya

Organisasi Sosial 

Organisasi sosial atau lembaga timbul dari kebutuhan sosial dan situasi anggota. Organisasi-organisasi ini merupakan sarana melalui mana individu menyesuaikan perilaku mereka dengan kondisi lingkungannya .

Lapiere mengatakan bahwa " organisasi sosial terdiri dari semua cara cara manusia hidup dan bekerja sama , lebih khusus dari semua diprogram , hubungan memerintahkan dan mengkoordinasikan para anggota masyarakat . " Organisasi sosial pada tingkat yang berbeda mengatur dan memberikan ekspresi perilaku kolektif . Mereka mengkoordinasikan dan mengkristal berbagai kepentingan individu dan kelompok .

Organisasi sosial terdiri dari dua jenis besar, yaitu , mereka yang tumbuh dari kekerabatan dan mereka yang hasil dari asosiasi bebas dan sukarela anggota. Sebuah analisis singkat dari beberapa organisasi seperti dapat diberikan .

Jenis Jenisnya :

- Keluarga : Ini adalah awal dan paling universal semua lembaga sosial . Itu juga merupakan bentuk yang paling alami , sederhana dan tetap organisasi sosial. Dalam masyarakat , individu terutama diatur dalam keluarga dan rumah tangga yang terpisah .

Keluarga umumnya terdiri dari suami, istri dan anak-anak mereka . Ini dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang , bersatu baik oleh ikatan perkawinan atau hubungan darah , memiliki rumah tangga biasa , tradisi atau budaya umum.

Bentuk dan fitur keluarga mungkin berbeda dari satu tempat ke tempat dan negara ke negara tapi keluarga sebagai kelompok sosial yang ada di mana-mana . Ini mungkin benar digambarkan sebagai kunci dari lengkungan sosial. Ia melakukan berbagai fungsi seperti biologis , emosional , ekonomi , pendidikan dan budaya .

- Clan/Suku : Para anggota klan/Suku seharusnya keturunan nenek moyang yang sama . Mereka biasanya menanggung nama umum. Mereka biasanya ditemukan di antara orang-orang primitif dan anggota bertindak melalui bimbingan kepala suku .

Mereka terkait melalui upacara sosial , agama dan budaya umum. Anggota praktek eksogami , mereka tidak menikah dengan orang milik klan yang sama . Semua anggota menyembah totem atau benda simbolik seperti sapi , banteng , burung dll

- Kaum : Sebuah suku adalah organisasi sosial yang lebih luas daripada klan dan telah didefinisikan sebagai " sebuah kelompok sosial dari jenis yang sederhana , dan anggota yang berbicara dengan dialek yang sama , memiliki pemerintahan bersama dan bertindak bersama untuk tujuan umum seperti kesejahteraan . " Kaum biasanya terbentuk setelah klan kuat bawahan yang lemah .

Kaum memiliki pemerintahan dengan kepala suku sebagai kepala . Hal ini diselenggarakan untuk keperluan militer dan memiliki dialek umum dan bahasa. Meskipun tanpa hubungan darah , suku mempertahankan solidaritas di antara para anggotanya .

- Komunitas : Salah satu cara untuk mengatur individu pada garis sekuler adalah melalui pembentukan komunitas dan asosiasi . Sebuah komunitas didefinisikan sebagai " organisasi total kehidupan sosial dalam wilayah terbatas . " Sebuah komunitas adalah kelompok mandiri berdasarkan pada kehidupan umum. Luas masyarakat bisa berkisar dari sempit ke batas yang sangat luas (bahkan global) .

- Asosiasi : MacIver mendefinisikan , " Sebuah asosiasi sebagai kelompok terorganisir untuk mengejar kepentingan atau kelompok kepentingan yang sama . " Asosiasi mungkin berbagai jenis termasuk kekerabatan , agama , budaya, rekreasi , filantropis , kejuruan, kelompok politik . Terutama asosiasi politik seperti negara dan lembaga koersif , pemerintah merupakan bagian dari masyarakat .

Organisasi Komersial

Organisasi komersial istilah umum dan berlaku untuk setiap kelompok dengan satu set keterampilan tertentu, prioritas, strategi, dan sumber daya yang mengatur secara kolektif mencapai "tujuan khusus" untuk membuat keuntungan. Pada akhirnya, perhatian pertama dari organisasi komersial adalah untuk membuat keuntungan bagi pemilik, pemegang saham, atau keduanya, dengan menyediakan produk dan layanan.

Untuk benar memahami apa sebuah organisasi komersial membutuhkan menyadari banyak "untuk keuntungan" kegiatan organisasi komersial berpartisipasi masuk Meskipun bukan daftar lengkap, jenis penting dari organisasi komersial mengkhususkan diri dalam hiburan, penyiaran komersial, perbankan, pertanian dan kejahatan terorganisir.

Ada dua bentuk organisasi komersial . Mereka adalah : -
( 1 ) Sektor Swasta
( 2 ) Sektor Publik

1 . Sektor Swasta :

Sektor swasta dimiliki , dikelola dan dikendalikan oleh individu swasta baik secara individual maupun kolektif . Berikut ini adalah bentuk sektor swasta : 

( i ) Sole Kepedulian Perdagangan : Organisasi yang dimiliki , dikelola , diawasi dan dikendalikan oleh satu orang dikenal sebagai Sole Kepedulian Perdagangan . Organisasi ini adalah setua peradaban manusia . Ini adalah tipe sederhana dari organisasi di mana satu orang membawa ibukotanya , mengendalikan bisnis dan menanggung semua risiko . Keuntungan dan kerugian juga dinikmati oleh satu orang saja . Pembentukan perdagangan keprihatinan utamanya adalah sangat sederhana yaitu Hal ini dapat dimulai setiap saat , di setiap tempat , untuk setiap bisnis diizinkan sesuai hukum atas tanah dan pendaftaran juga tidak diperlukan . Ini adalah salah satu bisnis pertunjukan manusia, pemilik organisasi ini dikenal sebagai Pedagang Tunggal dan kewajiban pedagang tunggal tidak terbatas . Organisasi ini tidak dikendalikan atau diatur oleh Hukum / Undang-Undang.

( ii ) Bersama Hindu Bisnis Keluarga : Tipe organisasi komersial ditemukan di India saja. Ini adalah hasil dari terbagi Keluarga ( HUF ) sistem Hindu diikuti di India . Ini datang ke dalam keberadaan oleh operasi Hukum Hindu . The Hindu keluarga terbagi menjalankan bisnis keluarganya . Kepala keluarga ini dikenal sebagai ' Karta ' , dan dia adalah manajer perusahaan . Anggota lain dari keluarga yang dikenal sebagai ' Co- parceners ' . Mereka adalah para pemilik bisnis . Orang luar tidak diperbolehkan dalam jenis usaha . Organisasi ini diatur oleh hukum Hindu ( Hindu Suksesi Act, 1956) . Tanggung jawab Co- parceners terbatas dan kewajiban Karta tidak terbatas.

( iii ) Kantor Kemitraan : Organisasi yang dimiliki , dikelola , diawasi dan dikendalikan oleh dua orang atau lebih dikenal sebagai ' Kantor Kemitraan . Setiap pemilik individual dikenal sebagai mitra dan semua mitra bersama-sama dikenal sebagai Kantor . Kemitraan umumnya diidentifikasi dengan nama Kantor . Keuntungan dan kerugian dibagi oleh mitra sesuai perjanjian . Kewajiban mitra tidak terbatas , bersama dan beberapa . Perusahaan diatur oleh India kemitraan Act, 1932 .

( iv ) Saham Gabungan Perusahaan : Perusahaan saham gabungan sebagai bentuk organisasi muncul dan berkembang setelah revolusi industri . Perusahaan saham gabungan sebagai bentuk organisasi komersial cocok untuk bisnis skala besar . Pendaftaran perusahaan adalah wajib setelah itu menjadi orang buatan. Ini memiliki segel umum dan kehidupan yang stabil panjang. Sejumlah besar orang berkontribusi ke ibukota dan mereka menjadi pemegang saham . Sebuah perusahaan dimiliki oleh pemegang saham tetapi dikelola oleh Direktur , yang merupakan perwakilan terpilih dari pemegang saham . Organisasi ini diatur oleh India Companies Act , 1956.

( v ) Co- operative Society : Umumnya , organisasi ini dibentuk oleh kelas menengah dan orang-orang kelas miskin. Para anggota masyarakat bersama-sama mengelola urusan secara koperasi . Ini muncul pada paruh kedua abad kesembilan belas . Prinsip dasar dari kerjasama adalah " masing-masing untuk semua dan semua untuk masing-masing" . Pemerintah telah melakukan upaya besar untuk mempopulerkan toko koperasi , masyarakat perumahan, pabrik gula , dll keanggotaan organisasi ini bersifat sukarela. Organisasi ini dikontrol dan diatur oleh India Masyarakat Koperasi Act, 1912 dan Maharashtra Co-operative Societies Act , 1960.

2 . Sektor Publik :

Sektor publik yang dimiliki , dikelola dan dikontrol oleh pemerintah . Hal ini juga dikenal sebagai Perusahaan Pemerintah . Itu ada karena beberapa keterbatasan Sektor swasta. Ia memiliki aturan dan peraturan sendiri . Hampir di setiap bidang kita menemukan perusahaan publik menyediakan berbagai layanan ke seluruh bangsa serta membina hubungan dengan seluruh dunia . Berikut ini adalah bentuk Sektor Publik : -

( i ) Departemen Undertaking : ini dijalankan oleh departemen pemerintah . Yang bersangkutan menteri adalah kepala masing-masing departemen , seperti kereta api India, Pos dan Telegraph Departemen , All India Radio , dll pemahaman departemen tersebut memberikan pendapatan kepada pemerintah . Usaha ini memberikan berbagai layanan kepada publik tetapi umumnya tidak efisien dikelola . Hasil Inefisiensi menjadi kerugian .

( ii ) Perusahaan Umum : Ini adalah otonom ( dikendalikan diri) badan yang dibentuk berdasarkan tindakan legislatif khusus, misalnya : - Reserve Bank of India , Asuransi Jiwa Corporation India , Unit Trust of India , Food Corporation of India , dll perusahaan-perusahaan ini dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat & dikelola secara efisien oleh dewan direksi yang dicalonkan oleh pemerintah .


( iii ) Perusahaan Pemerintah : Sebuah perusahaan pemerintah adalah satu di mana setidaknya 51 % dari modal disetor dipegang baik oleh Pemerintah Negara atau Pemerintah Pusat maupun oleh kedua Negara dan Pemerintah Pusat , misalnya : - Bharat Heavy Electricals Limited ( BHEL ) , Negara trading Corporation ( STC ) , dan lain-lain

C. Konflik Dalam Organisasi

Konflik tidak bisa dihindari ketika dua atau lebih orang berinteraksi , baik di tempat kerja atau di rumah . Konflik dapat terjadi antara dua atau lebih individu , dua atau lebih kelompok , atau individu dan kelompok. Ketika berhadapan dengan konflik dalam suatu organisasi , penting untuk diingat untuk mengatasi masalah ini , bukan rakyat . Jenis konflik yang dapat terjadi pada setiap organisasi termasuk definisi yang tidak jelas peran tanggung jawab, konflik kepentingan , kurangnya sumber daya dan hubungan interpersonal di tempat kerja .

Definisi Tanggung Jawab Tidak Jelas

Ketika tidak jelas siapa yang bertanggung jawab untuk apa luas sebuah proyek atau tugas , konflik dapat terjadi . Masalah teritorial timbul ketika keputusan dibuat yang muncul untuk melewati batas tanggung jawab . Untuk mencegah hal ini terjadi adalah penting bahwa peran dan tanggung jawab semua pemain dijabarkan dengan jelas dan disepakati oleh semua orang yang terlibat sebelum proyek dimulai .

Benturan Kepentingan

Memahami bagaimana kepentingan pribadi dan tujuan sesuai dalam struktur organisasi akan mengurangi konflik kepentingan masalah . Ketika tujuan pribadi individu bertentangan dengan tujuan organisasi , individu mungkin tergoda untuk memperjuangkan tujuan pribadinya , menciptakan situasi konflik yang akan menghambat keberhasilan proyek .

Sumber Daya Tidak Cukup

Persaingan untuk sumber daya , termasuk uang, waktu dan materi , akan menyebabkan tim untuk melemahkan satu sama lain , yang mengarah ke konflik antara departemen atau kelompok kerja lainnya . Sumber daya berharga perlu dilindungi , serta didistribusikan secara adil di antara semua kelompok . Memulai sebuah proyek dengan gambaran yang jelas tentang sumber daya yang tersedia akan membantu mencegat beberapa konflik ini .

Hubungan Interpersonal

Kepribadian dari orang yang terlibat dalam struktur organisasi memainkan peranan penting dalam resolusi konflik . Seringkali konflik adalah hasil dari hubungan interpersonal di mana pihak dalam konflik tidak dapat menyelesaikan masalah pribadi satu sama lain . Hal ini tidak selalu mudah untuk menyisihkan prasangka pribadi ketika memasuki tempat kerja , tetapi penting untuk mengenali apa prasangka tersebut berada dan berurusan dengan mereka sebelum timbul konflik.

Referensi :
http://www.preservearticles.com/
http://www.ehow.com/
http://yourbusiness.azcentral.com/
http://smallbusiness.chron.com/

Jumat, 11 Oktober 2013

Teori Organisasi Umum, Tugas 1

1. Pengertian organisasi dari beberapa tokoh!

 1. Oliver Sheldon (1923) 

 "Organization is the process of so combining the work which individuals or groups have to perform with the faculties necessary for it execution that the duties, so formed, provide the best channels, for the efficient, systematic, positive, and co-ordinated application of the available effort."

Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang para individu atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas, sedemikan rupa, memberikan saluran terbaik untuk pemakaian yang efisien, sistematis, positif, dan terkoordinasi dari usaha yang tersedia

2. Chester I. Barnard (1938) 

 "Organization is a system of cooperative activities of two or more person something intangible and impersonal, largely a matter of relationship."

Organisasi adalah suatu sistem tentang aktivitas-aktivitas kerja sama dari dua orang atau lebih sesuatu yang tak berwujud dan tak bersifat pribadi, sebagian besar mengenai hal hubungan-hubungan.

3. Dexter Kimball & Dexter Kimball, Jr. (1947) 

 "Organization is subsidiary to management. It embraces the duties of designating the departments and personnel that are to carry on the work, defining their functions and specifying the relations that are to exist between departments and individuals. Organization as an activity is, in fact, a mechanisms of management."

Organisasi merupakan bantuan bagi manajemen. Ini mencakup kewajiban-kewajiban merancang satuan-satuan organisasi dan pejabat yang harus melakukan pekerjaan, menentukan fungsi-fungsi mereka dan merinci hubungan-hubungan yang harus ada di antara satuan-satuan dan orang-orang. Organisasi sebagai suatu aktivitas, sesungguhnya, adalah cara kerja manajemen.

 2.    Ciri-ciri & unsur-unsur organisasi!

Ciri-ciri organisasi adalah: 

1. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tuga-tugas
2. Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
3. Terdiri dari dua orang atau lebih
4. Adanya kerajsama
5. Terjadi komunikasi antar angota denga yang lain
6. Keiginan adanya tujuan yang ingin dicapai dengan menyatukan visi dan misi
7. Memiliki keterikatan format dan tata tertib yang harus diatati

Organisasi juga mempunyai unsur-unsur tertentu, di antaranya : 

Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan.

Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.

• Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.

• Jelas tugas kedudukannya masing-masing Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.

• Ada tujuan tertentu Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik.

3. BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

Dalam suatu Organisasi pasti ada sebuah Stuktur nya. Jika dalam organisasi tidak ada strukturnya maka suatu perusahaan itu pasti akan bobrok dan hancur dalam penyusunan jabatannya masing-masing. Berikut adalah contoh dari gambar Bagan yang biasa perusahaan-perusahaan pakai pada umumnya yaitu:

Bagan Horizontal
mengapa bagan tersebut di katakan horizontal? karena pada bagan tersebut jika semakin banyak jabatan-jabatan yang di buat dalam perusahaan tersebut maka bagan ini akan semakin luas menyamping.

Bagan Berbentuk Horizontal

Bagan Vertikal
Bagan vertikal adalah kebalikan dari bagan Horizontal. Bagan Vertikal pada umumnya bagan ini jika dalam perusahaan banyak sekali jabatan atau kepala-kepala bagian dari masing-masing divisi maka bagan ini akan semakin panjang ke bawah. Dengan jabatan yang paling penting berada di paling puncak.

Bagan Berbentuk Vertikal

Bagan Lingkaran
Kenapa bagan ini berbentuk lingkaran? karna mungkin dalam suatu perusahaan memang sangat memiliki perbedaan tersendiri dalam menyusun bagian-bagian dari perusahaan itu tersebut oleh karena itu banyak sekali model bagan yang terbentuk. pada model bagan ini jika setiap penambahan anggota maka bagan ini akan bertambah diameternya dan semakin membesar.

Bagan Berbentuk Lingkaran

Bagan Piramid
Bagan ini sangat mudah digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan bagian-bagian dalam perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP dan untuk karyawan di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian LOWER.

Bagan Berbentuk Piramida

Bagan Matriks
Bagan matriks ini melekat pada divisi fungsional pada organisasi induk sehingga pada dasarnya menggabungkan kelebihan dari organisasi fungsional dengan organisasi proyek murni.