Senin, 28 September 2015

Perkembangan Telematika Di Indonesia


Pendahuluan
A.   Latar Belakang Masalah
Perubahan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Kemampuan berpikir dan berinteraksi antar sesama dalam proses yang panjang, menghasilkan peradaban. Beberapa ilmuan telah membuat pembabakan atau periodisasi peradaban manusia, salahsatunya adalah Alvin Toffler.
Menurut Toffler, peradaban manusia terdiri dari tiga zaman. Pertama adalah zaman pertanian, zaman industri, dan yang ketiga adalah zaman informasi. Zaman pertanian mencakup aktivitas manusia sejak mulai berburu dan meramu, sampai dengan bertani menetap. Berubahnya aktivitas food gathering menjadi food producing.
Revolusi industri yang dilanjutkan dengan dibangunnya pabrik-pabrik berskala menengah dan besar, adalah wilayah kajian zaman industri. Zaman ini mulai ditandai dengan adanya perubahan, yaitu tenaga manusia digantikan oleh mesin. Berbagai sektor kehidupan baru secara massal bermunculan, seperti bisnis, transportasi, dan pendidikan. Tahun 2000, zaman informasi telah mengguncang dunia, bahkan lebih dahsyat dari yang pernah dibayangkan.
Zaman informasi ini, menegaskan bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi faktor penghambat dalam hubungan antara manusia atau antar lembaga usaha. Berbagai informasi dapat diakses dengan mudah sekaligus cepat. Setiap perkembangan dapat diikuti dimanapun berada. Istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya. Zaman informasi menyebabkan jagad ini menjadi suatu “dusun semesta” atau “global village.
Zaman informasi yang sudah berkembang sedemikian rupa seperti sekarng ini, hanya mungkin dengan adanya dukungan teknologi. Teknologi inilah yang menyampaikan beragam dan banyak informasi. Teknologi telematika (selama beberapa dasawarsa ini) telah berkembang sehingga mampu menyampaikan (mentransfer) sejumlah besar informasi.
Sementara itu, di Indonesia, perkembangan telematika masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain. Cina misalnya, kini sudah dapat mendahului republik ini dalam hal aplikasi komputer dan internet, begitupula Singapura, Malaysia, dan India yang jauh meninggalkan Indonesia. Tampaknya masalah political will pemerintah yang belum serius, serta belum beresnya aturan fundamental adalah penyebab kekurangan tersebut. Contoh nyatanya ialah penutupan situs porno dan situs yang menyajikan film fitnah menyusul dengan disetujuinya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada medio 2007 dan awal tahun 2008, oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).
Keadaan ini merupakan realitas objektif yang terjadi di Indonesia sekarang, tidak termasuk wilayah yang belum tersentuh teknologi telematika, semisal Indonesia Timur yang masih terbatas pasokan listrik. Amat mungkin, beberapa bagian dari wilayah tersebut belum mengenal telematika.
Seperti apa wujud Indonesia di masa depan yang terkait dengan telematika, bergantung pada kenyataan sekarang. Selanjutnya masa sekarang ini, dibangunoleh hasil dari perjalanan masa lalu. Untuk yang disebutkan terakhir inilah, makalah ini dihidangkan. Sebagai usaha membuat tulisan sejarah, yang lebih cocok dikategorikan sebagai sebuah tulisan rintisan, boleh jadi akan bersifat subyektif. Dengan demikian, undangan untuk mengembangkan gagasan baru yag lebih segar (up to date) adalah suatu keniscayaan.

B.   Ruang Lingkup Telematika
·         Batasan Telematika
Istilah telematika merupakan adopsi dari bahasa asing. Kata telematika berasal dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika. Dalam Pengantar pada Mata Kuliah Hukum Telematikan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dinyatakan bahwa istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital atau the net.
Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan onformatika[9]. Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai singkatan dari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika = informatika.

Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia. Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia, bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi elektromagnetik adalah (hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim begitu sampai, memungkinkan orang berdialog langsung, atau komunikasi interaktif. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disarikan pemahaman tentang telematika sebagai berikut :

·         Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
·         Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara, huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.
·         Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online,internet), dan adapula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital.

·         Ragam Bentuk Telematika
Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut adalah :

·         E-Goverment
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya. Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahantingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

·         E-Commerce
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.

·         E-Learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.
Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologitelematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan web kampus atau sekolagh termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.

Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

Perkembangan Telematika Di Indonesia
Ragam bentuk telematika tidak terlepas dari perkembangannya di masa lalu. Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

·         Periode Rintisan
Periode Rintisan di Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi.
Namun demikian, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup meningkatkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, dalam waktu satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatar belakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983 bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat.

·         Periode Penganalan
Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.

·         Periode Aplikasi
Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan, gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya itu dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.
Perkembangan Telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, harus lebih dapat menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Sumber :

Kesimpulan

Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi.

Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Senin, 15 Juni 2015

Beberapa Kesalahan-Kesalahan Saat Wawancara Kerja & Tips Menjawab 18 Pertanyaan Tersulit Saat Wawancara

Beberapa Kesalahan-Kesalahan Saat Wawancara Kerja - Mungkin hal-hal ini terkesan sepele, tapi bisa berakibat tiak baik dari hasil wawancara kerjanya. Nah, buat anda yang sudah melamar kerja dan hendak memenuhi panggilan wawancara kerja, hindari beberapa kesalahan saat wawancara kerja berikut.

1. Datang Terlambat

Ini merupakan kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pelamar kerja. Tepat waktu atau tidaknya Anda menunjukkan seberapa besar Anda menghargai kesempatan yg diberikan.
Macet?
Macet merupakan lagu lama kusut semwrawut yang tidak perlu anda nyanyikan. Kecuali terjadi musibah besar seperti banjir atau boom atom horshima-nagasaki. Ada banyak cara menghindari macet, misalnya dengan berangkat lebih awal atau menggunakan mode transportasi tertentu.

Kesasar?
Sebagai calon pelamar yang baik, kalo anda gak familiar dengan daerah kantor tempat wawancara kerja, sebaiknya lakukan survei sebelum hari-H. Alasan nyasar justru akan membuat anda terlihat seperti orang yang kurang persiapan.

Konfirmasi
Kalo anda tahu akan terlambat dari beberapa waktu sebelumnya sebaiknya hubungi pihak pewawancara kerja dan bicarakan situasi anda. Apakah memungkinkan dia untuk menunggu atau perlu dijadwalkan ulang. Sering kali pewawancara anda adalah orang dengan jadwal yg padat dan penting. Jangan pernah meremehkan situasi seperti ini kalo berniat mendapatkan pekerjaan dari perusahaan tersebut


                2. Buta Terhadap Informasi

Ini juga merupakan kesalahan umum yg sering dilakukan pelamar kerja terutama pada anak baru lulus. Karena semangatnya, lamaran ditebar ke mana-mana. Begitu ada panggilan, bisa jadi anda udah gak ingat lagi perusahaan apa yang memanggil anda. Dan konyolnya lagi, hal ini kemudian ditanyakan kepada si pewawancara. "Maaf ini perusahaan apa ya?", "Maaf saya lupa saya melamar di posisi apa ya di sini?"


                3. Diantar Pacar atau Mama

Melamar kerja menunjukkan anda mulai belajar sebagai pribadi yg mandiri. Berusaha mencari perkembangan karier dan penghasilan sendiri. Pada saat wawancara kerja kedewasaan dan profesionalitas anda juga akan dinilai. Tapi Hal ini pasti sering terjadi, pastinya pernah mendengar bahkan melihat sendiri kejadian seperti ini.

Membawa pacar atau mama pada saat wawancara kerja (ada yg ikut menunggu bersama di ruang tunggu bahkan gak sedikit yang terlihat mesra sama pacar) menimbulkan kesan anda gak bisa berdiri sendiri dan tergantung pada orang lain.

Tidak ada salahnya minta ditemani atau diantar. Tapi usahain agar mama atau si pacar bisa menunggu di tempat lain. Datanglah sendiri dengan percaya diri dan tampilkan kesan profesional yang bisa diandalkan agar menimbulkan poin positif. Siapa sih yg ingin mempekerjakan anak manja?


                4. Makan Permen Karet

Napas segar yang didapat setelah mengunyah permen karet memang bisa pendukung penampilan. Tapi sebelum anda masuk ke kantor pewawancara kerja sebaiknya buang permen karet anda. Kesan apa yg ingin anda tampilkan dengan berbicara sambil mengunyah permen karet? Walau perusahaan yang anda lamar bersifat santai tentu tidak ada salahnya menghargai si pewawancara dengan tampil sebaik mungkin.


                5. Bahasa Tubuh

Selain mengunyah permen karet, perlu diperhatikan juga bahasa tubuh apa aja yg perlu dihindari saat wawancara kerja. Mulai dari masuk ruangan wawancara dengan percaya diri dan senyum yang tulus, hindari gerakan dan posisi tangan yang bisa membuat si pewawancara tidak nyaman.

Duduklah dengan kedua kaki menyentuh lantai, jangan menggoyang-goyangkan kaki, terus menatap ke bawah, tidak melihat mata si pewawancara, atau malah menguap pada saat wawancara, itu merupakan beberapa bahasa tubuh yang perlu anda hindari.


                6. Sibuk dengan Ponsel

Ponsel anda bolak-balik berbunyi saat wawancara kerja. Pesan singkat sampai telepon masuk mewarnai proses wawancara anda. Percayalah, pewawancara anda akan merasa terganggu dan tidak dihargai. Anda pun tidak fokus. Anda akan dianggap sebagai orang yang kurang bisa menghargai orang lain dan sulit fokus pada hal penting.

Pada saat memasuki ruang wawancara kerja masukkan ponsel dan gadget ke dalam tas. Fokus pada pewawancara dan pertanyaannya. Tidak perlu sesekali merogoh kantong untuk memeriksa pesan yang masuk. Anda akan terlihat gak punya etika, meremehkan dan tidak menghargai si pewawancara.

Memberi kabar sama pacar atau orang tua bisa menunggu sampai proses wawancara selesai. Kalo anda sedang menunggu kabar yg super duper penting sampai tidak bisa menyimpan ponsel pastikan anda mengomunikasikannya dengan si pewawancara. Kalo dia tetap gak mengizinkan maka anda sebaiknya hormati keputusannya.


                7. Panik dan memberikan jawaban terbata-bata

Inilah alasan Anda harus melakukan persiapan yang matang sebelum wawancara kerja. Jika perlu lakukan simulasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan keluar dalam wawancara, sehingga Anda tak grogi. Satu hal lagi kiat untuk menghindari kepanikan dan jawaban terbata-bata adalah kejujuran. Jika yang Anda ungkapkan adalah sebuah kejujuran, pasti akan mudah mengutarakannya. Jangan sampai Anda dianggap tidak menguasai topik karena kegugupan Anda.


                8. Hindari topik sensitif


Sering kali pihak pewawancara melakukan obrolan santai untuk membuat suasana tak terlalu kaku. Untuk hal ini, lebih baik hindari topik-topik yang sensitif seperti politik, dan SARA. Bisa jadi pihak yang Anda sudutkan dalam topik obrolan tersebut memiliki hubungan dekat dengan si pewawancara — sehingga berpengaruh terhadap penilaiannya. Lebih baik pilih topik yang ringan juga netral.


                9. Hindari bergosip


Hobi bergosip bisa menjadi alasan Anda ditolak dari pekerjaan impian. Jadi jangan pernah mengajak orang yang mewawancara Anda untuk bergosip.


                10. Sok tahu

Jika di saat wawancara saja Anda sudah dinilai sok tahu dan tidak mau mendengarkan orang lain, jangan berharap Anda bisa diterima kerja. Perusahaan umumnya menginginkan orang-orang yang bisa bekerja dalam sebuah tim. Bukan orang sok pintar yang individualis. Jadi jangan pernah bersikap sok tahu.


# Kesalahan Sepele Saat Wawancara Kerja Lainnya:

    Cara berpakaian, bertindak, dan cara masuk ke pintu
    Tidak bersalaman dengan benar
    Tidak melakukan kontak mata
    Tidak tersenyum
    Tidak mengetahui profil perusahaan
    Memiliki postur tubuh yang jelek dan terlalu gelisah
    Kata-kata yang diucapkan
    Terlalu banyak menggerakkan tangan


# Empat cara agar sukses saat sesi Wawancara Kerja:

    Pertama, harus mengenal betul perusahaan tersebut
    Kedua, secara spesifik menjelaskan posisi yang ingin diisi
    Ketiga, menjelaskan kelebihan untuk posisi tersebut; dan
    Keempat, siap menjelaskan jenis pekerjaan kamu sebelumnya


Tips Menjawab 18 Pertanyaan Tersulit Saat Wawancara

                   Sudah bukan rahasia lagi kalau interview atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan. Karena itu, tentu Anda tahu bahwa Anda harus mempersiapkan diri Anda seprima mungkin, baik fisik dan mental. Ketok kali ini akan memberi Anda tips untuk menghadapi delapan belas pertanyaan yang paling umum dan tersulit dalam sebuah wawancara pekerjaan.

1. Beritahukan kami tentang diri Anda?
Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.

2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?
Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti “Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini”. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.

3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?

Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan

4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?

Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.

5. Mengapa kami harus merekrut Anda?
Pertanyaan ini saam seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.

6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?
Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.

7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?
Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.

8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?
Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

9. Berapa lama Anda akan bersama kami?
Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.

10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?
Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.

11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?
Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.

12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?
Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan.

13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?
Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.

14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?
Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.

15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?
Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.

16. Berapa gaji yang Anda minta?
Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.

17. Apa target jangka panjang Anda?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.

18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?
Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu.


Referensi
Terima kasih untuk : http://bkk.ft.uny.ac.id/info/tips-menjawab-18-pertanyaan-tersulit-saat-wawancara.html
pintarpsikotes.blogspot.com/2014/10/beberapa-kesalahan-kesalahan-saat.html

Tips Membuat CV / Curriculum Vitae Yang Baik/Benar Dan Juga Menjual


 CV / Curriculum Vitae merupakan syarat dalam mengajukan lamaran pekerjaan. CV atau curriculum Vitae yang dalam bahasa indonesia disebut dengan daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya ( wikipedia). CV begitu penting terlebih untuk menjelaskan berbagai hal seperti nama, Tempat tanggal lahir, agama, no kontak yang bisa dihubungi.

Selain itu Contoh CV Atau Contoh Curriculum Vitae juga berfungsi untuk menjelaskan kepada pihak yang menggunakan CV tentang kemampuan kita, baik yang kita peroleh dari Pendidikan Formal maupun non formal, kemudian juga pengalaman organisasi serta pengalaman bekerja. Dengan adanya contoh CV maka diharapkan kita akan mendapatkan kepercayaan, tentu dengan didukung oleh surat - surat lain seperti ijazah serta sertifikat yang lain.


Dalam pratiknya, Contoh CV atau COntoh Curriculum Vitae kini mudah dijumpai karena biasanya sudah ada dalam bentuk jadi yang dijual di beberapa toko kertas atau forokopi, namun kekurangannya akan membuat kita dipandang kurang mampu membuat Contoh CV dan lagi format yang telah di sediakan masih terbilang masih kurang lengkap sehingga alangkah baiknya jika anda membuat sendiri CV atau curriculum Vitae dengan kata kata anda sendiri atau dengan meniru dari CV yang telah ada. 


 Contoh Curriculum Vitae (CV)
DATA PRIBADI
Nama: Syaifin Nuha
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 29 Desember 1994
Alamat : Jl. Pahlawan Komaruddin Kp. Buaran RT 03 RW 003, Kec. Cakung, Kel. Cakung Barat, Jakarta Timur 13910
Alamat Email : syaifin.nuha145@gmail.com
Telepon : 089636277768
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Status : Belum menikah
Tinggi / Berat badan : 172 cm / 61 kg
Kesehatan : Baik Sekali
Kewarganegaraan : Indonesia

DATA PENDIDIKAN
SD : SDN Cakung Barat 07 Pagi Jakarta, 2000 – 2006
SLTP : SMP Al-Akhyar Jakarta, 2006 – 2009
SMA : SMKN 1 Jakarta, 2009 – 2012
Perguruan Tinggi : Universitas Gunadarma, 2012-2016
Fakultas / Jurusan : Ilmu Komputer & Tekhnik Informasi / Sistem Informasi
Konsentrasi : Sistem Informasi


PENGALAMAN KERJA 

Juli 2011 - Agustus 2011 : Praktek Kerja Lapangan (PKL), BANK INDONESIA Sudirman Jakarta Pusat
September 2011 - Oktober 2011 : Praktek Kerja Lapangan (PKL), PT. ADVAN DIGITAL Sunter Jakarta Utara
November 2011 - Januari 2011 : Praktek Kerja Lapangan (PKL), PT. ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA Sunter Jakarta Utara

KEMAMPUAN
Presentasi dan Komunikasi

Program Komputer (Microsoft Office, Adobe Photoshop)
Software & Web Programming
Analisa Kasus
CV atau resume yang “menjual” 

                 Secara sederhana bisa diartikan sebagai CV atau resume yang dengan sukses “menjual” kemampuan dan kompetensi yang dimiliki teman-teman, sehingga meyakinkan orang yang membacanya (terutama dari pihak perusahaan atau headhunter) kalau teman-teman memang orang paling tepat yang mereka cari.

Sebetulnya membuat CV atau resume yang “menjual” itu tidak memerlukan ketrampilan khusus, jadi saya coba sharing dari pengalaman saya selama ini mengenai beberapa syarat yang hampir selalu dijumpai pada CV atau resume yang memiliki karakteristik dalam “menjual” kemampuan dan kompetensi pemiliknya.

            1. Rapi dan Mudah Dibaca

Ini syarat utama dari sebuah CV atau resume yang “menjual”, karena terus terang tidak ada yang lebih mengesalkan daripada membaca CV atau resume yang berantakan layout-nya.

Meskipun teman-teman memiliki kemampuan dan kompetensi yang sangat baik, tapi semua itu jadi percuma kalau orang yang membaca CV atau resume teman-teman mendadak jadi sakit mata ketika melihat huruf dengan ukuran abnormal, spasi yang terlalu rapat, ejaan bahasa Inggris yang salah atau margin kiri yang maju-mundur alias tidak konsisten.

           2. Memberikan Informasi Lengkap

CV atau resume yang “menjual” selalu memberikan informasi lengkap kepada orang yang membacanya. Mulai dari data pribadi, latar belakang pendidikan, riwayat pengalaman kerja, pelatihan yang pernah diikuti, sertifikasi (relevan) yang dimiliki dan kegiatan ekstra kurikuler yang aktif diikuti.


           3. Disajikan Secara Ringkas

Ini mungkin sedikit berlawanan dengan syarat nomor 2 diatas, tapi sebetulnya tidak. Maksud saya begini, CV atau resume yang “menjual” itu memang harus menyajikan informasi secara lengkap, tapi bukan berarti CV atau resume teman-teman panjangnya harus sampai 19 halaman (ini kisah nyata – sampai hari ini rekor CV terpanjang yang pernah saya baca panjangnya 19 halaman).

Bila bisa menyajikan informasi penting secara lengkap dalam beberapa lembar halaman tentunya akan sangat membantu, karena waktu yang dibutuhkan untuk membacanya juga jadi jauh lebih singkat.

Aturan sederhananya: jangan pernah membuat CV atau resume lebih dari 3 halaman!


           4. Konsistensi Karir

Sudah menjadi rahasia umum kalau satu hal ini adalah salah satu kunci penting yang menentukan untuk dihubungi oleh pihak perusahaan atau headhunter menuju tahapan rekrutmen berikutnya.

Contohnya begini, bila ada seorang engineer di sebuah perusahaan yang sejak awal karirnya memutuskan untuk menjadi spesialis dalam HSE (Health & Safety Environment) dan kemudian 7 tahun berikutnya ternyata dia masih menekuni spesialisasi yang sama, besar kemungkinan dia akan lebih diutamakan untuk direkrut daripada engineer lain dengan latar belakang HSE juga pada tahun-tahun awal, tapi kemudian beralih jalur ke bidang lain di tahun-tahun berikutnya.

Kenapa demikian? Karena secara jujur saya katakan, pihak perusahaan dan headhunter paling menyukai para spesialis seperti ini untuk mengisi setiap posisi yang lowong.


           5. Karir Progresif

Ketika teman-teman sudah menjadi spesialis di satu bidang, keputusan untuk menuju tahap rekrutmen berikut biasanya akan lebih mudah diambil oleh pihak perusahaan atau headhunter kalau teman-teman juga menjalani karir yang progresif.

Mengambil contoh diatas, bisa jadi engineer dengan spesialisasi HSE tersebut mengawali karirnya dari Field Officer, kemudian naik menjadi Team Coordinator, dan seterusnya sampai menduduki level-level jabatan diatasnya.

Kenapa karir progresif ini menjadi penting? Karena disinilah indikator paling nyata apakah teman-teman mampu memberikan performa kerja terbaik dalam spesialisasi yang dipilih — yang berarti pula mendapat ganjaran berupa promosi jabatan kalau memang berprestasi.


           6. Achievement

Jangan pernah ragu untuk mencantumkan achievement atau pencapaian prestasi yang diukir dalam tiap jabatan atau posisi yang ditempati sebelumnya. Inilah kesempatan terbaik untuk “menjual” bukti kemampuan dan kompetensi yang sesungguhnya kepada pihak perusahaan atau headhunter.


          7. Custom Made

Ini adalah rahasia yang paling jarang diketahui oleh banyak orang yang menyusun CV atau resume.

Yang dimaksud custom made disini adalah mengubah dan menyesuaikan CV atau resume agar sedapat mungkin menunjukkan kepada pihak perusahaan atau headhunter bahwa kemampuan dan kompetensi yang dimiliki teman-teman memang menyamai atau minimal mendekati job requirements yang dicari.

Sederhananya begini, kalau teman-teman melihat sebuah iklan lowongan kerja, disitu pasti disebutkan job requirements yang dibutuhkan. Nah, usahakan ubah dan sesuaikan CV atau resume teman-teman untuk menonjolkan kesan bahwa kemampuan dan kompetensi yang dimiliki memang memenuhi atau paling tidak mendekati job requirements tersebut.

Sangat disayangkan, masih sering sekali saya membaca CV atau resume yang terkesan ‘generik’ karena sama sekali tidak menonjolkan kemampuan dan kompetensi yang dipersyaratkan oleh job requirements. Kalau sudah begini, rasanya kecil pula kemungkinan CV atau resume teman-teman akan mendapatkan respon seperti yang diharapkan.

Kesimpulan: Ada baiknya untuk mulai memikirkan satu hal ini:

    “Kalau teman-teman sangat ingin bisa melewati tahapan pertama dari sebuah rekrutmen, tidak ada yang bisa dilakukan selain berusaha sebaik mungkin membuat CV atau resume yang “menjual” dan mampu meyakinkan pihak perusahaan atau headhunter mengenai kemampuan dan kompetensi yang dimiliki”


Referensi
Thanks to : http://bisnisrumahan19.blogspot.com/2014/06/contoh-cv-curriculum-vitae-yang-baik.html

http://www.tonfeb.com/2014/12/contoh-surat-lamaran-kerja-cv-terbaru-terbaik.html
http://suryosumarto.com/7-syarat-membuat-cv-atau-resume-yang-menjual/

Selasa, 02 Desember 2014

Tugas 2, Bahasa Indonesia (Softskill) : EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Ejaan Yang Disempurnakan atau biasa disingkat EYD pasti tidak asing di telinga kita. Sejak sekolah dasar kita sudah diajari mengenai EYD, misalnya penggunaan awalan di-, kapan disambung, kapan dipisah. Waktu masih sekolah, kita menggunakan EYD waktu penulisan paper atau laporan penelitian, lalu saat kuliah EYD menjadi sangat penting saat menyusun skripsi. Lalu saat sudah bekerja? Oh tentu saja masih dipakai, memalukan dong sebuah perusahaan besar membuat surat yang banyak salah EYD nya. Jadi, meskipun sudah bekerja, tidak ada salahnya kita memperlajari EYD lagi.

Sejarah EYD


Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu (“Rumi” dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia. Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).


Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dan “Pedoman Umum Pembentukan Istilah”


Pada tahun 1987, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Keputusan menteri ini menyempurnakan EYD edisi 1975.


Pada tahun 2009, Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dengan dikeluarkannya peraturan menteri ini, maka EYD edisi 1987 diganti dan dinyatakan tidak berlaku lagi.


Penjelasan EYD


I. Huruf kapital

Huruf kapital digunakan pada:
a. Awal kalimat
b. Huruf pertama kalimat langsung
c. Huruf pertama Tuhan dan kitab suci
d. Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang
e. Huruf pertama jabatan dan pangkat yang diikuti nama, instansi, atau nama tempat
f. Huruf pertama nama orang, suku, bangsa, bahasa, nama geografi
g. Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah
h. Huruf pertama lembaga
i. Huruf pertama unsur singkatan gelar, pangkat, sapaan


1. Gunakan huruf kapital di setiap awal kalimat.

2. Gunakan huruf kapital untuk setiap: 
nama orang (contoh: Harry Potter), 
nama tempat (contoh: Hogwarts), 
nama negara (contoh: Inggris), 
nama kota (contoh: London), 
nama hari (contoh: Hari Sabtu), 
nama lembaga (Contoh: Kementrian Sihir), 
nama perusahaan (contoh: Pabrik Sepatu Converse), 
nama produk (contoh: Es Krim Florean Fortescue).
3. Bila hanya disebutkan jenisnya tanpa namanya, gunakan huruf kecil. 
Contoh: "Dia bersekolah di sekolah aneh itu."
4. Gunakan huruf kapital untuk kata ganti sapaan. Bila bukan sapaan, gunakan huruf kecil.
5. Gunakan tanda baca seperlunya. Cukup gunakan satu tanda tanya atau tanda seru. Untuk ucapan menggantung, gunakan maksimal tiga tanda titik (...).

II. Huruf miring

Huruf miring digunakan untuk penulisan:
a. Nama buku, majalah, koran
b. Mengkhususkan huruf, kata, dan kelompok kata
c. Kata asing

III. Lambang bilangan

a Ukuran panjang -> 0,5 sentimeter
b. Ukuran berat -> 5 kilogram
c. Ukuran luas -> 4 meter persegi
d. Nilai uang -> Rp5.000,00
e. Bilangan tingkat -> ke-2, kedua, II
f. Bilangan berakhiran -> '50-an, 5000-an

Catatan:

* 20 ditulis dengan huruf (dua puluh) karena tidak lebih dari dua kata.
* 21 ditulis dengan angka (21), tidak boleh ditulis (dua puluh satu) karena lebih dari dua kata.
* Angka tidak boleh mengawali kalimat (kecuali seperti yang sudah saya tulis di atas, yaitu angka-angka yang tidak lebih dari dua kata dan ditulis dengan huruf).

IV. Tanda titik

a. Untuk mengakhiri kalimat
b. Di belakang angka atau huruf dalam bagan, ikhtisar, atau daftar
c. Untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu dan jangka waktu
d. Untuk memisahkan antara nama pengarang, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka
e. Untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah

V. Tanda koma

a. Di antara unsur-unsur perincian atau pembilangan
b. Untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari setara berikutnya yang didahului kata tetapi atau melainkan
c. Untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului dalam kalimat
d. Untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat
e. Untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat
f. Di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, nama tempat dan wilayah atau wilayah yang ditulis berurutan
g. Untuk menceraikan nama yang dibalik dalam daftar pustaka
h. Di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka
i. Untuk mengapit keterangan tambahan
j. Untuk menghindari salah baca

VI. Tanda titik dua

a. Pada akhir pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian
b. Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
c. Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan
d. Di antara bab dan ayat, judul dan anak judul, kota dan penerbit

VII. Tanda tanya

a. Di akhir kalimat tanya
b. Dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan dan kurang bukti kebenarannya

VIII. Tanda seru

Hanya digunakan setelah pernyataan yang berupa perintah, ketidak percayaan, atau rasa emosi yang kuat.

IX. Tanda petik

a. Untuk mengapit petikan langsung
b. Untuk mengapit judul syair, karangan atau bab buku yang dipakai dalam kalimat
c. Untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus

X. Tanda petik tunggal

a. Untuk mengapit petikan yang tersusun dalam petikan lain
b. Untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing

XI. Bahasa baku

Yeah, gunakanlah ejaan yang benar, yang tepat, yang baku dalam menulis. Tentu aja, anda nggak perlu menggunakan tata bahasa yang baku, tapi at least, gunakanlah ejaan yang baku. Pasti tidak nyaman kan baca yang tulisannya bGiNii?

Kalo menulis sesuatu dalam tanda kurung, tidak perlu diberi spasi lagi.


Co: (dia mendekat) Bukan ( dia mendekat ) 


Tentang kata -di

*kalo menunjukkan tempat/lokasi, pake spasi. Contoh: di atas, di rumah, di tengah, dsb.
*kalo aktivitas, ga pake spasi. Contoh: diminum, ditabrak, dibunuh, dsb.

Penutup


Pada bagian penutup ini, saya akan menjelaskan beberapa hal yang perlu diketahui 
ketika kita akan menulis sebuah artikel ilmiah. 
Pertama, kita harus menguasai tata bahasa dengan baik. Bahasa yang digunakan dalam artikel ilmiah adalah bahasa baku, yang tentu saja harus sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYB). Untuk itu, pengetahuan mengenai EYD mutlak diperlukan. 

Kedua, setiap kalimat yang ditulis harus merupakan kalimat efektif yang mengandung –minimal— komponen subjek dan predikat.


Ketiga, penulis artikel harus menimimalisasi kemungkinan terjadinya mispersepsi akibat 
penggunaan kata atau istilah yang tidak familiar, sehingga pemilihan kata (diksi) harus
diperhatikan. Kurangi penggunaan istilah asing yang sebenarnya sudah ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. 

Untuk mengetahui padanan kata asing, kita dapat mengakses

web: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/glosarium/. 
Untuk itu, sebelum mengirim artikel ke jurnal, ada baiknya kita meminta orang lain untuk membaca tulisan kita.
Keempat, sumber referensi yang dirujuk dalam artikel harus dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah.

Syaifin Nuha
17112247
3KA31

Terima Kasih.

Referensi : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Ejaan_Yang_Disempurnakan
forumotion.com (Forum Bahasa Indonesia)
Waridah Ernawati, EYD & Seputar Kebahasa-Indonesiaan, KawanPustaka, Jakarta, 2008.


Senin, 03 November 2014

Tugas Grafik Komp. & Pengolahan Citra

Tugas membuat program vertikal, horizontal dan diagonal yg berbasi openGL.

Pertama disini saya membuat sebuah program memakai DEV C++ dan dibawah ini adalah coding program dan output beserta logika penjelasan dari masing masing statement dibawah.
1.      Buatlah program garis vertikal dengan menggunakan OpenGL.

Logika program :
·         glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
       untuk memilih color yg dipakai dalam membersihkan background mode RGBA
·         glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
      untuk membersihkan layar dengan background berwarna hitam.
·         glPushMatrix ();
      untuk membuat barisan code tak berlaku untuk bagian luar.
·         glClearColor(1,1,1,0); 
      untuk menetapkan/menentukan warna garis/titik.
·         glColor3f(1,1,1);
      untuk menetapkan/menentukan warna garis/titik.
·         glBegin(GL_LINES);       
      untuk menggambar garis dari titik yg digunakan dalam program
·         glVertex3f(0.10,10.0,13.13); 
       untuk menetapkan/menentukan titik awal yg digunakan.
·         glVertex3f(0,0,0.0);           
       untuk menentukan titik akhir yang digunakan
·         glEnd ();           
       untuk mengakhiri gambar garis dititik akhir
·         glPopMatrix ();
      Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar
·         SwapBuffers (hDC);
      untuk menukar bagian belakang buffer menjadi buffer layar
·         Sleep (1);
·         }
·         }
Coding garis vertikal mempunyai kegunaan penting pada line di coding bagian "glvertex3f" disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan,  koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang digunakan.
Ketika coding program telah diketikkan semua tinggalah merun program dengan cara menekan F9 pada openGL, maka otomatis program akan meminta save file + compile, dan dilanjutkan dengan menekan F9 dengan itu barulah program menampilkan output seperti gambar dibawah :


  1. Buatlah program garis horizontal dengan menggunakan OpenGL !

Logika Program :
Ø  glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
       untuk memilih warna yang digunakan untuk membersihkan latar dalam mode RGBA
Ø  glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
       untuk membersihkan layar latar belakang dengan warna hitam
Ø  glPushMatrix();         
      Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar
Ø  glBegin(GL_LINES);         
      untuk menggambar garis dari titik yang digunakan
Ø  glVertex3f(-0.6f, 0.0f, 0.0f); 
      untuk menentukan titik awal yang digunakan
Ø  glVertex3f(0.6f, 0.0f, 0.0f); 
      untuk menentukan titik akhir yang digunakan
Ø  glEnd();         
      untuk mengakhiri gambar garis dititik akhir
Ø  glPopMatrix();
      Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar
Ø  SwapBuffers (hDC);
      untuk menukar bagian belakang buffer menjadi buffer layar
Ø  Sleep (1);
Ø  }
Ø  }
Coding garis horizontal  lebih memahami masalah di line bagian "glvertex3f", disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan,  koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang digunakan.
Ketika coding program telah diketikkan semua tinggalah merun program dengan cara menekan F9 pada openGL, maka otomatis program akan meminta save file + compile, dan dilanjutkan dengan menekan F9 dengan itu barulah program menampilkan output seperti gambar dibawah :



  1.       Buatlah program garis Diagonal dengan menggunakan OpenGL !

Ø  glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f); 
      untuk memilih warna yang digunakan untuk membersihkan latar dalammode RGBA
Ø  glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); 
      untuk membersihkan layar latar belakang dengan warna hitam
Ø  glPushMatrix ();         
      untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar
Ø  glClearColor(1,1,1,0); 
      untuk menentukan warna garis/titik
Ø  glColor3f(1,1,1);
       untuk menentukan warna garis/titik
Ø  glBegin(GL_LINES);     
      untuk menggambar garis dari titik yang digunakan
Ø  glVertex3f(0,0,-0.8); 
      untuk menentukan titik awal yang digunakan
Ø  glVertex3f(9.9,8.9,0.1); 
       untuk menentukan titik akhir yang digunakan
Ø  glEnd ();       
       untuk mengakhiri gambar garis dititik akhir
Ø  glPopMatrix ();
       Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar
Ø  SwapBuffers (hDC);
       untuk menukar bagian belakang buffer menjadi buffer layar
Ø  Sleep (1);
Ø  }
Ø  }
Coding garis diagonal lebih memahami masalah di line bagian "glvertex3f", disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan,  koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang digunakan.
Ketika coding program telah diketikkan semua tinggalah merun program dengan cara menekan F9 pada openGL, maka otomatis program akan meminta save file + compile, dan dilanjutkan dengan menekan F9 dengan itu barulah program menampilkan output seperti gambar dibawah :