Jumat, 22 Maret 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan


ILMU BUDAYA DASAR,  yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
            Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanitites, disamping tanggung jawab yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.

Hampir disetiap jaman seni dan sastra memegang peranan penting dalam the humanties.
Seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif. Seni lebih mudah berkomunikasi, karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik isi maupun cara penyampaiannya.
Sastra mempergunakan bahasa, sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Sastra juga mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi. . Sebab masalah kemanusiaan merupakan masalah yang sangat penting, yang perlu diperhatikan pula oleh mahasiswa.

Kesusastraan
Kesusastraan (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Menurut saya, hubungan ilmu budaya dasar dengan kesusastraan karena mengandung unsur-unsur bahasa. Alasannya karena sastra merupakan bahasa yang mempunyai kemampuan untuk menampung kegiatan manusia

Tujuan utama mata kuliah ini adalah supaya mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.
Nilai-nilai Kemanusiaan Dalam Prosa Fiksi
Sebagai bagian dari seni, yang lebih menekankan pada cerita. Mau tidak mau karya sastra ini langsung atau tidak langsung membawa moral, pesan atau cerita. Dengan kata lain dalam Prosa Fiksi mengandungg beberapa nilai yakni
Memberikan kesenangan
Memberikan informasi
Memberikan warisan cultural
Memberikan keseimbangan wawasan
Ilmu Budaya Dasar Yang Berhubungan dengan Puisi
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa puisi merupakan bagian dari seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsure dari kebudayaan. Sehingga Puisi dapat diartikan ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahsa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan
Figura bahasa
Kata-kata yang ambiguitas
Kata-kata yang berjiwa
Kata-kata yang konotatif
Pengulangan
Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi
Karya sastra adalah penjabaran abstraksi,namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih,kebahagian,kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat. Dalam kesusastraan IBD dapat dihubungkan …
meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Konsep-konsep social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan utntuk mempelajari masala-masalah social yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya: Keanekaragaman dan konsep kesatuan sosial bertolak .
Tanpa ada maksud menciptakan dikotomi dalam kesusastraan, ada perbedaan antara literatur biasa dengan sastra. Sastra memiliki sense of love yang lebih representatif. Sebagai contoh, literatur ekonomi dapat saja mencatat angka-angka … Ada benang merah yang menyatukan konsep kebudayaan kita. Tidak heran apabila para pendiri bangsa mampu melebur diri dalam Bhineka Tunggal Ika. Kearifan budaya lokal masih kuat. Elemen-elemen kearifan budaya lokal kita didominasi oleh ajaran

Adapun tujuan penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut
1. Makna hubungan puisi dengan pengalaman hidup
Penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Yang artinya manusia senantiasa ingin selalu memiliki salah ssatu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpalan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan pengalaman perwakilan itu puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.
2. Puisi dengan kesadaran individual
Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk berfikir menurut hati nurani, baik untuk orang lain maupun diri sendiri.
3. Puisi dengan keinsafan social
Dalam puisi syarat dengan masalah sosial, yang terlibat dalam issue dan problem sosial. Yaitu bisa berupa
-  Penderitaan
-  Perjuangan
-  Konflik
-  Pemberontakan terhadap hokum Tuhan
 Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih.

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan adalah sebuah ikatan yang sulit untuk dipisahkan. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun, dilanjutkan oleh anak dan cucu-cucunya kelak, jadi budaya sangat sulit untuk dilupakan bagi kaum manusia, contohnya di indonesia, budaya disini adalah mengikuti adat istiadat timur tengah, yang diambil dari budaya agama islam, tapi budaya juga kadang bisa menghilang sejalan dengan adanya era globalisasi/modern.





Unsur-Unsur Pembangunan Manusia

Ada beberapa pandangan yang dapat di jadikan acuan penting untuk menjelaskan tentang unsure-unsur  yang membangun manusia, yakni:

1. Manusia terdiri dari empat unsure yang terkait, yakni:
a. Jasad     : bentuk fisik / badan / wujud kasar manusia yang nampak pada luarnya, dan bisa di raba, digambar, mau pun difoto dan juga dapat menempati ruangan
b. Hayat    : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
c. Ruh        : bimbingan dan pimpinan dari Tuhan, pola pikir yang bekerja secara spiritual dan kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d. Nafas    : kesadaran tentang diri sendiri

2. Manusia sebagai suatu kepribadian, memiliki tiga unsur yaitu :
a. Id,  adalah susunan kepribadian atau  sikap yang paling primitif juga tidak berbentuk fisik,  Id dapat dikatakan sebagai libido murni, atau energy psikis  yang menunjukkan ciri  alami yang irrasional dan terkait dengan seks, yang secara tidak sengaja (instingtual) menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconscious), seperti hewan yang memiliki insting untuk bertahan hidup, bayi hewan liar contoh : harimau, walau sudah di pelihara manusia untuk waktu yg lama tanpa teman satu spesiesnya, tetap akan ada mempunyai insting membunuh untuk bertahan hidup, dan saat dipertemukan lawan jenisnya akan kawin dengan sendirinya J

b. Ego, merupakan struktur dari kepribadian yang sangat berbeda dengan Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain.

c. Super ego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

Hakekat Manusia

Dalam menjalankan fungsinya di dunia, manusia juga memiliki hakikat tersendiri. Hakikat – hakikat itu yakni:
1. Manusia merupakann mahkluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Jika diuraikan satu persatu, tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, disentuh, dan dipegang.

2. Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan mahkluk-mahkluk lainnya. Kesempurnaan yang di maksud dalam konteks ini adalah terlihat dari adab dan budaya nya. Daya rasa dalam manusia terbagi menjadi dua, yakni perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan alami melalui pancaindera. Sedangkan perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia.

Contoh – contoh dari perasaan rohani, yaitu:
a. Perasaan intelektual
b. Perasaan estetis
c. Perasaan etis
d. Perasaan diri
e. Perasaan social

3. Perasaan religious Manusia sebagai mahkluk biokultural, yaitu mahkluk hayati dan budayawi. Manusia adalah mahkluk yang saling tindak atau interaksi factor-faktor  hayati dan budayawi. Sebagai mahkluk hayati, manusia dapat dipelajari lewat ilmu anatomi, fisiologi, biokimia, dll. Namun, sebagai mahkluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi – segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi social, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa dan sebagainya.

4. Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan. Mempunyai kualitas dan martabat  karena kemampuan bekerja dan berkarya. Hidup manusia memiliki tiga taraf, yakni estetis, etis, dan religious.

Kepribadian Bangsa Timur

Saat pertama kali kita mendengar bangsa timur, maka yang pertama kali terlintas di pikiran kita adalah orang yang memiliki kulit sawo matang, atau berkulit putih, bermata sipit dan juga ciri-ciri fisik lain yang merupakan ciri khas dari bangsa timur atau orang-orang asia pada umumnya. 

Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.

Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat ramah, bersahabat, tidak individualis, dan saling tolong menolong satu sama lain. Bangsa timur pun umumnya memiliki sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Meskipun begitu, baru sedikit negara bangsa timur yang sudah maju perekonomiannya. Seperi Singapura, Korea dan Jepang. Selain itu, negara lain masih tertinggal.

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sanskerta berasal dari kata buddhayah yang berarti buddhi dan akal. Dari bahasa Latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah jadi dapat secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya atau dapat pula diartikansegala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.

Definisi kebudayaan dari para tokoh
1. Melville j. Herkovits dan Bronislow Malinowski mengemukakan “cultural
determinism” yang artinya segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat
ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu, contoh:
masyarakat di pedesaan adalah masyarakat agraris karena kebanyakan
pekerjaannya bertani

2. Herkovits, Memandang kebudayaan sebagai “ super organic”. Artinya
kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus ,
meskipun manusai penghasil kebudayaan sudah silih berganti karena
kehidupan dan kematian tapi kebudayaan tetap hidup terus

3. Selo Soemardjan dan Soelaeman sumardi, Mengemukakan kebudayaan
sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat
- hasil karya masyarakat
sepeti teknologi dan kebudayaan kebendaan
- hasil rasa ( yaitu yang meliputi jiwa manusia)
seperti mewujudkan segala akidah-akidah dan nilai-nilai social yang pelu
untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan , misalnya: agama,
ideology, kebatinan, kesinian, dan semua unsure yang merupakan hasil
ekspresi jiwa manusia
- hasil cipta
seperti filsafat dan ilmu pengetahuan

Unsur Unsur Budaya

Untuk mengenali kebudayaan lebih dalam, perlu dikenal masalah lain yang menyangkut tentang kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan unsur . C.Kluckhon  di dalam karyanya berjudul Universal Categoriesof Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :

Unsur kebudayaan besar(cultural universal): dikemukakan oleh C. Kluckhon ada 7

1.     Sistem religius (homo religius)
Merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.

2.     Sistem organisasi kemasyarakatan (homo socius)
Merupakan prodak manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah namun memiliki akal maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

3.     Sistem pengetahuan (homo safiens)
Merupakan prodak manusia sebagai homo safiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun dari orang lain.

4.     Sistem mata pencaharian hidup dan system ekonomi (homo ekonomicus)
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, yaitu menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.

5.   Sistem peralatan hidup dan tehnologi (homo faber) Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya manusia dapat membuat dan mempergunakan alat, dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya.

6.      Sistem bahasa (homo longuens)
Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.

7.      Sistem kesenian (homo aesteticus)
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukipi kebutuhan fisiknya maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya seperti perlunya pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.

Wujud Kebudayaan

1. Kompleks gagasan , konsep dan pikiran manusia
- sifatnya abstrak , tak dapat dilihat dan berpusat di kepala manusia
contoh : tata tertib ujian di Gunadarma, cita-cita Gunadarma dan
sebagainya, disebut system social

2. Kompleks aktifitas
- sifatnya kongkrit, berupa aktifitas manusia yang saling berinteraksi
contoh : karyawan yang sedang mengetik di ruangan kantor GunadarmaB disebut system social

3. Benda
- sifatnya kongkrit , berwujud kebendaan
contoh: sederetan buku-buku yang ada di perpustakaan

Orientasi Nilai Budaya

Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.
Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
1. Hakekat Hidup
2. Hakekat Hidup

3. Persepsi Manusia Tentang Waktu
4. Pandangan Terhadap Alam 
5. Hubungan Manusia Dengan Manusia 

Perubahan Kebudayaan

Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.

Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalamsuatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, rasa keindahan (kesenian), dan bahasa.

Kaitan Manusia Dan Kebudayaan

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
1.   Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.   Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
3.   Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.

Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat atu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.

Kesimpulan : 

Kesimpulan Budaya sebagai hasil ciptaan dari manusia,merupakan salah satu elemen penting dalam sendi kehidupan.Terciptanya budaya,merupakan hasil pemikiran dari manusia,yang kadang tercipta tanpa direncanakan.Kita sebagai manusia juga harus bertanggungjawab atas budaya itu sendiri,agar tercipta suatu budaya yang positif.

Referensi :

http://ulfanurizqiindaha.blogspot.com/2011/10/manusia-dan-kebudayaan.html
http://nindy91.wordpress.com/2010/10/26/manusia-kebudayaan-dan-hubungannya/
http://teraiannia.wordpress.com/2011/02/23/tugas-ibd-manusia-dan-kebudayaan/
http://adiprassetio92.blogspot.com/2011/02/ilmu-budaya-dasar-mengenai-manusia-dan.html

Kamis, 31 Januari 2013

Pendapat Bill Gates & Paul Allen Tentang Windows 8 dan Microsoft Surface




Sebuah video yang menampilkan Bill Gates dirilis oleh Microsoft. Yang menarik dari video wawancara ini adalah pembahasan tentang Windows 8, Windows Phone dan Microsoft Surface. Bill Gates adalah tokoh penting, baik di dunia teknologi maupun bagi Microsoft. Bill adalah chairman dan mantan CEO Microsoft.

Selain tiga topik di atas, perbincangan dengan Bill Gates juga membahas juga tentang Natural User Interface. Momen peluncuran Windows 8 serta Surface dan kehadiran Windows Phone adalah momen penting bagi Microsoft, ini juga yang diamini oleh Bill Gates, sebuah langkah besar bagi Microsoft untuk menghadirkan ide berupa toko aplikasi, pengalaman tampilan antar muka yang kaya serta berbagai fasilitas yang ada pada berbagai produk yang akan segera diluncurkan tanggal 26 Oktober nanti.

Meski video ini bisa dibilang adalah bagian dari promosi sebelum peluncuran Windows 8 tanggal 26 Oktober nanti, tetapi tetap menarik untuk melihat pendapat Bill Gates atas berbagai produk baru yang akan segera bisa dinikmati secara umum dalam beberapa hari lagi. Untuk lebih lengkap dan menjawab pertanyaan tentang pendapat Bill Gates tentang Windows 8 dan Microsoft Surface, mari kita tonton bersama video berikut:


Paul Allen Nyatakan Windows 8 Membingungkan


Microsoft saat ini mengeluarkan OS terbaru Windows 8, dan juga sebagai awalan dibukanya fase opini publik. Namun belum lagi mencapai titik tersebut, sampai sekarang sudah banyak opini yang dilayangkan pihak Media maupun para pecinta teknologi mengenai Windows 8. Tidak ketinggalan tokoh utama pendiri Microsoft seperti Paul Allen dan Bill Gates, yang terhitung sudah tidak lagi terlibat langsung dalam perusahan perangkat lunak terbesar ini, memberikan opini yang ditunggu para pemerhati Windows 8.

Terbukti beberapa hari lalu, pendiri Microsoft Paul Allen diam-diam menerbitkan sebuah tinjauannya tentang windows 8. Dimana pada paragraf terakhir tinjauannya Allen mengatakan , “Touch merupakan perkembangan alami dalam evolusi sistem operasi, dan saya yakin bahwa Windows 8 menawarkan fitur terbaik dari windows sebelumnya dengan pandangan masa depan yang sangat menjanjikan”.

Meskipun dibalik pujian “Menjanjikan” Allen juga melayangkan komentar sebaliknya bahwa Windows 8 “Like Puzzling”. Yang intinya beberapa aspek pada Windows 8 membingungkan, boleh dikatakan kurang familiar dengan fitur serta tampilan baru yang dihadirkan Windows 8.

Berikut beberapa hal membingungkan yang ditemukan Allen ketika menjajal Windows 8 :

Kesulitan dengan penggunaan beberapa monitor (termasuk ketidakmampuan Windows untuk terus menampilkan start screen pada satu layar).
Terjadinya ’Silo Effect’ atau buruknya hubungan antara Dekstop dan Windows 8 Style.
Secara tidak disengaja beralih mode sendiri.
Ketidakmampuan dalam membentuk hirarki pada start screen.
Kesulitan dalam melakukan scrolling layar desktop pada tablet.
Tidak adanya jam pada start screen.
On-Sreen keyboard, tidak muncul otomatis pada tampilan desktop.
Meskipun demikian Allen tetap yakin hanya dengan perbaikan dan penyesuaian kecil, dapat memudahkan pengguna dalam memahami Windows 8 lebih cepat. Allen juga menambahkan dari keseluruhan tinjauan yang dia lakukan, akan segera mendapat perbaikan pada rilis berikutnya. Dibalik itu semua Allen tampak sangat bersemangat dengan Windows 8 versi tablet. Dimana interface tablet lebih “responsif” dan “elegan”.


referensi : http://www.gamexeon.com/pendapat-paul-allen-tentang-windows-8/
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=gFDTN25qip8

Balotelli Sang Dermawan Dari Manchester City



Balotelli walau dicap sebagai pemain sepak bola yang naka/bad boy dengan kehidupan dunia glamornya dan kenakalannya dengan melanggar lalu lintas di kota manchester secara menerus
Banyak orang yang bilang kalau baloteli itu memang sebuah dermawan 
Dia selalu memberikan 20 pound kepada anak kecil penjual majalah tanpa mengambil majalah yang dibelinya,
Dan Ternyata balotelli mempunyai jiwa sosial yang sangat tinggi dengan menyembangkan uang sebesar 1000pound atau 14 juta rupiah kepada seorang gelandangan tanggal  Rabu 20 April 2011
Usai bermain judi tepat di depan 235 Casino, pekan lalu. Balotelli dikabarkan sukses menang 25 ribu pound atau sekitar Rp353 juta di casino tersebut.
"Ada seorang pria, dia selalu terlihat di sekitar kota dengan rambut gimbal dan jenggot tebal. Dia selalu membawa dua tas besar. Dia ada di luar klub di tengah malam, jadi Mario memberinya sejumlah uang usai menang besar," kata sang sumber. "Gelandangan itu tidak percaya dengan keberuntungan yang didapatnya. Itu cukup untuk menghidupinya satu bulan."

Sayang, sikap dermawan yang diperlihatkan Balotelli tidak diimbangi dengan sikapnya di lapangan hijau. Terakhir, Balotelli menjadi pemicu kemarahan sejumlah pemain Manchester United, khususnya Rio Ferdinand, karena merayakan kemenangan di depan fans MU.

Bulan lalu, dia mendapat peringatan dari klub setelah melempar dart (panah mainan) ke arah pemain yunior City. Hal itu dilakukannya setelah mendapat kartu merah saat melawan Dynamo Kiev di Liga Eropa. Total, hingga saat ini Balotelli harus membayar denda hingga Rp4,2 miliar atas aksi buruknya di lapangan hijau. 
Balotelli, yang mendapat gaji 100 ribu pound atau Rp1,4 miliar per pekan di Manchester City, dikenal sebagai salah satu pemain yang dermawan. Sejak kedatangannya ke City, striker 20 tahun tersebut sering memberi uang kepada gelandangan-gelandangan yang dia lihat di sekitar kota Manchester.

Balotelli sekarang pindah berlabuh ke acmilan,


Mario Balotelli sebentar lagi akan menyelesaikan proses transfernya dari Manchester City ke AC Milan. Striker berusia 22 tahun itu telah tiba di bandara Malpensa Milan untuk menjalani tes kesehatan usai kedua klub sepakat dengan nilai transfer 20 juta euro plus bonus.

Ia rencananya akan segera menandatangani kontrak selama empat setengah tahun di San Siro. Ditemui di markas I Rossoneri, wakil Presiden Milan Adriano Galliani mengakui transfer Balotelli tersebut sebagai sebuah mimpi yang menjadi nyata. Ia percaya kedatangan mantan penyerang Inter Milan itu bisa mengangkat prestasi Milan.

"Itu adalah mimpi yang jadi nyata dan merupakan sesuatu yang kami semua inginkan, terutama Presiden Silvio Berlusconi," katanya kepada Milan Channel. Kedatangan Balotelli akan sangat memperkuat tim ini," tambah Galliani.

"Kami telah bekerja sangat keras dan Mario (Balotelli) juga telah berada di hati kami sejak lama. Akhirnya kami bisa mendapatkannya," kata Galliani.

Keberhasilan Milan menggaet Balotelli dengan banderol miring sekali lagi membuktikan reputasi Galliani sebagai transfer guru. Awal musim 2010/2011, Galliani juga melakukan hal yang sama saat berhasil memboyong Zlatan Ibrahimovic dan Robinho, masing-masing dari Barcelona dan Manchester City, dengan harga miring.

Liger & Tigon, Hewan Hasil Perkawinan Silang Antara Singa Dan Harimau

Liger adalah sebuah hewan yang direkayasa oleh manusia, dengan mengawinkan silang antar Singa jantan dan Harimau Betina, lain lagi kalau dikawinkan antara Harimau jantan dan Singa betina akan menghasilkan sebuah Tigon,

Oh iya saya mempunyai koleksi gambar Liger dan Tigon nih.
Silahkan diliat2 yah penampakan Liger dan Tigonnya :)
Hewan yang luar biasa langkanya ini !



SINGA DAN HARIMAU NORMAL




LIGER








Liger mempunyai tubuh yang luar biasa besarnya, bisa 2 kali lipat induknya !!!
kalau menurut saya itu karena ada gen yang salah antar perkawinan silang tsb, tapi ada teori yang menjelaskan tentang size Liger yang luar biasa itu, ini nih teorinya ---> 

Bentuk dan ukuran Liger yang tidak wajar ini diakibatkan oleh adanya Imprinted Genes, yaitu gen - gen yang tidak terdapat di gen induk
Gen ini biasanya timbul akibat proses Hibrida yang tidak lazim (ya contohnya perkawinan singa dan harimau) dan sangat mempengaruhi pertumbuhan hasil hibrida yang lahir. Hormon juga mempengaruhi keadaan ini. Penelitian terhadap keadaan hormone Liger menunjukkan bahwa Liger memiliki hormone yang menjadikan kondisi pertumbuhannya berlangsung terus - menerus. Liger jantan dipastikan steril (mandul), sehingga ia terus berada dalam kondisi pertumbuhan pra-puber, yang tentu saja membuat pertumbuhan badannya terus berlangsung. Liger betina, walaupun Liger betina, walaupun fertile (tidak mandul), tetap memiliki ukuran yang luar biasa.ang, sama halnya seperti harimau, dan sangat bersosialisasi seperti singa.Liger hanya ada dalam penangkaran karena habitat dari spesies orangtuanya tidak tumpang tindih di alam liar


Jadi intinya Liger jantan itu mandul gan :)
karena masih dalam masa puber, ibaratnya kalo kita manusia, masih dalam usia remaja terus, tidak masuk ke masa dewasa, karena masa dewasa adalah masa yang selalu dilalui dengan birahi haha

harus bisa nahan birahi loh, kalo belom nikah *eh (back topik haha)
Oh iya, Sedangkan Tigon hanya bisa tumbeh mencapai sebesar harimau betina dewasa

Dari ukuran Liger yang bisa mencapai panjang tubuh sepanjang 3-4 meter, dan berat hampir 1 ton, Liger dewasa dikategorikan sebagai posisi pertama dalam BIG CAT/Kucing terbesar didunia dengan masuk buku Guiness Book Of World Record,Liger ini bernama oleh HERCULES, Liger asal Miami, Amerika Serikat, disebuah taman kebun binatang pribadi yang dimiliki oleh perempuan asal amerika.
Berat Hercules mencapai 410kg, WAAW !!

Tapi itu belom ada apa-apanya loh bro dibandingkan dengan Shasta, seekor Liger betina berusia 18 tahun yg berbobot 798 kg (1,759 lb) yangg lahir di Kebun Binatang Hogle di Salt Lake City pada 14 Mei 1948, dan dicatat oleh Guiness Book of World Record sebagai Liger betina terbesar. Namun, Liger betina ini mati pada tahun 1972 di usianya yg 24 tahun.



TIGON




Tigon adalah hewan dari hasil perkawinan silang antara Harimau Jantan dan Singa Betina. Berbeda dengan Liger, jika Liger bertubuh besar, maka Tigon bertubuh kecil (lebih kecil dari kedua orangtuanya). Di akhir abad ke-19 dan di awal abad ke-20, Tigon lebih umum dari pada Liger.

Perkawinan ini merupakan sesuatu yang sifatnya melawan hukum alam. Di alam liar, perkawinan ini mustahil terjadi. Sama mustahilnya seperti mengharapan perkawinan gorilla dan manusia. Kecuali ada kehendak dari kekuatan besar di luar sana, semacam mukjizat. Perkawinan ini terjadi akibat ‘kecelakaan’ (married by accident hahah) di kebun binatang, saat harimau dan singa berada - entah bagaimana - ada di satu kandang. Dalam kasus lain, perkawinan ini justru disengaja agar mendapatkan peranakan yang luar biasa ini. Kesengajaan ini biasanya dilakukan kaum kolektor atau sirkus.

CATATAN DARI SAYA TENTANG HEWAN DIATAS :)

Menurut saya sih perkawinan diatas karena ada yang disebabkan oleh kecelakaan perkawinan karena singa dan harimau dimasukkan dalam kandang yang sama sejak bayi, jadi keduanya saling tak tahu bagaimana spesies nya sendiri
ada juga yang manusia yang memainkan peran perkawinan ini dengan disengaja, agar menghasilkan sebuah liger untuk dijual kembali, ini menurut saya sangat tidak lazim, karena melawan hukum alam ibaratnya memperkosa hukum alam dengan paksa, sedangkan harimau dan singa akan sangat sulit bertemu dialam liar !
walaupun ada dan akhirnya kawin, dan menghasilkan liger dialam liar, akan sangat cepat punah liger itu tersebut, karen liger susah dlam berburu karena mempunyai ukuran tubuh yang sangat besar, dan rumit untuk belari kencang -___-


Oke sekian artikel dari saya
Salam

Syaifin Nuha


Minggu, 30 Desember 2012

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL

DAN INTEGRASI MASYARAKAT

A.    Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar timbulnya tingkah laku individu. Tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kepentingannya. Ada 2 jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan sosial/psikologis. Perbedaan kepentingan itu antara lain:

1.      Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.

2.      Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.

3.      Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.

4.      Kepentingan individu untuk memperoleh potensi dan posisi.

5.      Kepentingan individu untuk membutuhkan orang lain.

6.      Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya.

7.      Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.

8.      Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri

B.     Prasangka dan Diskriminasi

Prasangka dan diskriminasi dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuhan, perkembangan, dan bahkan integrasi masyarakat. Kerugian prasangka melalui hubungan pribadi dan akan menjalar bahkan melembaga (turun-temurun). Jadi prasangka dasarnya pribadi dan dimiliki bersama. Perbedaan terpokok antara prasangka dan diskriminatif adalah prasangka menunjukkan pada aspek sikap, sedangkan diskriminatif pada tindakan. Sikap adalah kecenderungan untuk berespons baik secara positif atau negatif terhadap orang, obyek atau situasi.

Dalam konteks realitas, prasangka diartikan: “Suatu sikap terhadap anggota kelompok etnis atau ras tertentu, yang terbentuk terlalu cepat tanpa suatu induksi. Diskriminatif merupakan tindakan yang realistis”. Dapat disimpulkan bahwa prasangka itu muncul sebagai akibat kurangnya pengetahuan, pengertian dan fakta kehidupan, adanya dominasi kepentingan golongan atau pribadi, dan tidak menyadari atau insyaf akan kerugian yang bakal terjadi. Tingkat prasangka itu menumbuhkan jarak sosial tertentu di antara anggota sendiri dengan anggota kelompok luar.

Sebab-sebab terjadinya prasangka:

1.      Pendekatan Historis

Pendekatan ini berdasarkan teori pertentangan kelas, menyalahkan kelas rendah di mana mereka yang tergolong kelas atas mempunyai alasan untuk berprasangka terhadap kelas rendah

2.      Pendekatan Sosiokultural dan Situasional

a.       Mobilitas sosial: gerak perpindahan dari strata satu ke strata sosial lainnya. Artinya kelompok orang yang mengalami penurunan status akan terus mencari alasan mengenai nasib buruknya.

b.      Konflik antara kelompok: prasangka sebagai realitas dari dua kelompok yang bersaing.

c.       Stagma perkantoran: ketidakamanan atau ketidakpastian di kota disebabkan oleh “noda” yang dilakukan oleh kelompok tertentu.

d.      Sosialisasi: prasangka muncul sebagai hasil dari proses pendidikan, melalui proses sosialisasi mulai kecil hingga dewasa.

3.      Pendekatan Kepribadian

Teori ini menekankan pada faktor kepribadian sebagai penyebab prasangka, disebut dengan frustasi agresi. Menurut teori ini keadaan frustasi merupakan kondisi yang cukup untuk timbulnya tingkah laku agresif.

4.      Pendekatan Fenomenologis

Pendekatan ini ditekankan pada bagian individu memandang atau mempersepsikan lingkungannya, sehingga persepsilah yang menyebabkan prasangka.

5.      Pendekatan Naïve

Bahwa prasangka lebih menyoroti obyek prasangka tidak menyoroti individu yang berprasangka.

Prasangka bisa diartikan sebagai suatu sikap yang terlampau tergesa-gesa berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan terhadap suatu realita). Sikap berprasangka jelas tidak adil, sebab sikap yang diambil hanya berdasarkan pada pengalaman atau apa yang di dengar.

C. ETHNOSENTRIS

Ethnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.

D. PERTENTANGAN DAN KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT


Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda.

Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik yaitu  :

1.Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik

2.Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan

3.Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat.

1.Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang

2.Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.

3.Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam kebudayaan-kebudayaan lain.

Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :

1.Elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri

2.Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya

3.Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.

4.Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama

5.Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah

6.Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak

Pertentangan atau ketegangan adalah tingkah laku yang berdasarkan emosi.

Tiga ciri situasi pertentangan yaitu:
1. ada beberapa bagian yang ada dalam konflik
2. adanya interaksi yang menyebabkan perbedaan
3. adanya perbedaan antara kebutuhan, tujuan, nilai dll

E. Integrasi Masyarakat dan Nasional

Integrasi masyarakat dapat diartikan adanya kerjasama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari individu, keluarga, lembaga-lembaga dan masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menghasilkan persenyawaan-persenyawaan, berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama dijunjung tinggi. Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkuranmgnya sikap-sikap prasangka di antara anggota msyarakat secara keseluruhan.
Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, mengdeskriditkan pihak-pihak lainnya dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.
Perlu dicari beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya ialah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang
3. sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan, dan
4. Sistem Organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras.
Untuk mengurangi prasangka, keempat sistem itu harus dibina, dikembangkan dan memperkuatnya sehingga perwujudan nasionalisme Indonesia dapat tercapai.

F. Kesimpulan

Di setiap masyarakat pasti muncul pertentangan-pertentangan atau permasalahan-permasalahan, di antaranya:

Perbedaan Kepentingan: ada 2 kepentingan dalam diri individu, yakni kepentingan biologis dan kepentingan sosial/psikologis.
Prasangka dan Diskriminatif: prasangka yang menunjukkan aspek sikap sedangkan diskriminatif pada tindakan.
Ethnosentrisme dan StereotypeEthnosentrisme :  kebudayaan dirinya lebih unggul dari   kebudayaan lainnya.Stereotype         :  gambaran dan anggapan jelek.
Konflik dalam kelompok: Suatu tingkah laku yang dibedakan emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya.
Cara pengendalian dari permasalahan-permasalahan di atas, yaitu melalui integrasi masyarakat dan nasional, yang mengandung pengertian:

1.      Integrasi Masyarakat  : adanya kerjasama dari seluruh anggota masyarakat.

2.      Integrasi Nasional       : organisasi-organisasi formal melalui mana masyarakat menjalankan keputusan-keputusan yang berwenang.





Jumat, 28 Desember 2012

Masyarakat Pedesaan Dan Masyarakat Perkotaan


Pengertian Masyarakat

Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.

1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

Pengertian Masyarakat Pedesaan

Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritnahan sendiri
Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuatsesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang sangat kuat yang hakekatnya.

Ciri- ciri masyarakat desa, yaitu :
1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila di bandingkan dengan
masyarakat pedesaan lainya di luar batas-batas wilayahnya.
2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
4. Masyarakat tersebut homogen seperti dalam hal mata pencarian , agama, adat istiadat, dsb.

 Hakikat dan Sifat Masyarakat Pedesaan

Seperti di kemukakan para ahli atau sumber bahwa masyarakat Indonesialebih dari 80% tinggal di pedesaan denga mata pencarian yang bersifat agraris.
Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya di pandang antara sepintas kilas di nilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai.
Tapi sebetulnnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies di istilahkan dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Dalam hal ini kita jumpai gejala-gejala social yang sering di istilahkan:
- konflik (pertengkaran)
- Kontraversi(pertentangan)
- Kompetisi (persiapan)

Masyarakat Pedesaan

1).Perilaku homogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6).Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7). Kolektivisme

Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja .
Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.


Hubungan Desa-Kota, Hubungan Pedesaan-Perkotaan

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.

Pengertian Masyarakat Perkotaan

Masyarakat Perkotaan sering juga disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan, Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Ada beberapa ciri yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.Antara lain sebagai berikut ;

  Kota memiliki penduduk yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa.
  Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan diperkotaan.Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas,udaranya bersih,sinar matahari cukup dan lain sebagainya.Sedangkan dilingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal,bangunan-bangunan menjulang tinggi dan pemukiman yang padat.
  Kegiatan utama penduduk desa berada di sector ekonomi primer yaitu bidang agraris(pertanian)
  Corak kehidupan social di desa dapat dikatakan masih homogin(satu jenis),sebaliknya dikota sangat heterogin(beraneka ragam) karena disana saling bertemu berbagai suku bangsa,agama,kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan.
  Sistem pelapisan social di kota jauh lebih kompleks daripada di desa.
  Mobilitas (kemampuan bergerak) social di kota jauh lebih besar daripada di desa.
  Bila terjadi pertentangan,di usahakan untuk dirukunkan,karena memang prinsip kerukunan inilah yang menjiiwai hubungan sosial pada masyarakat pedesaan,
  Jumlah angkatan kerja yang tidak mempunyai pekerjaan tetap di pedesaan jauh lebih besar daripada di perkotaan.


Masyarakat Kota:

1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan 3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi kultural
6).Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7).Individualisme

1. Aspek positif interaksi desa-kota

.Pengetahuan penduduk desa meningkat.
  Pengetahuan penduduk desa tentang pertanian meningkat, karena adanya sistem teknologi
 meningkatkan hubungan social ekonomi desa dan kota karena
kemudahan sarana transportasi.
Adanya guru dari kota yang menjadi penggerak pembangunan desa

2. Aspek negatif interaksi desa-kota

Penetrasi kebudayaan kota ke desa yang kurang sesuai dengan tradisi budaya desa
Perluasan kota dan masuknya orang berharta ke desa sehingga mengubah tata guna lahan desa
Daya tarik kota dalam berbagai bidang menyebabkan tenaga potensial di desa kurang.
Muncul masalah baru (pengangguran, tuna wisma,kejahatan,masalah pangan maupun lingkungan).


Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak danorang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :

a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).